Archive for September, 2008

A-k-r-o-n-i-m

dari email: (+ aku tambah sendiri)

Jabotabek: Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi.
Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.
Gerbangkertosusila: Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan.
Barlingmascakeb: Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen.
Pawonsari Bakulrejo: Pacitan, Wonogiri, Wonosari, Bantul, Kulon Progo, Purworejo.
Joglosemar: Jogja, Solo, Semarang.
Subosukawanasraten: Surakarta, Boyolali, Sukaharjo, Wanagiri, Sragen, Klaten

atau ini?
Semar Loyo: Semarang, Solo, Yogya.
Dibalang Sendal: Purwodadi, Batang, Pemalang, Semarang, Kendal.
Kasur Bosok: Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Solo, Klaten.
Susu Mbokde: Surakarta, Sukoharjo, Mboyolali, Kartasura, Delanggu.
Tanteku Montok: Panjatan, Tegalan, Kulwaru, Temon, Toyan, Kokap.
Continue reading

Ke Telomoyo bersama Icha

Hari ini, aku memenuhi janjiku mengajak Icha ke Gunung Telomoyo.  Karena naik motor (Shogun 110, tahun 2003, dengan angka ordometer 9000-an km), dari rumah sudah aku pesan supaya tidak tidur di jalan, tapi aku juga siapkan tali tas, kalau-kalau di tertidur, maka badannya akan aku ikat ke badanku.  Ternyata pergi-pulang Icha tidak tidur, walau sejak berangkat hingga sampai rumah, kira-kira hampir 4 jam (karena banyak berhenti dan lihat-lihat pemandangan, termasuk berhenti beberapa saat di Salib Putih, melihat excavator, buldozer, dump truck bekerja membuat jalan lingkar Salatiga.

Seperti yang sudah aku duga, karena ini hari Minggu, ternyata memang banyak anak muda yang naik ke Telomoyo untuk pacaran.   Tetapi ternyata, setelah sampai di atas, ada juga beberapa keluarga yang mengajak anak kecilnya ke Telomoyo.

Continue reading

Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan

Itu salah satu  “slogan” dalam Komunitas Pria Sejati, disamping banyak slogan yang lain.  Aku tidak asing dengan perubahan, setiap hari aku berubah…, ya… berubah dan beruban menjadi lebih tua.

Di dunia ini ada 3 macam orang, yaitu yang tidak tahu (telah) terjadi perubahan, yang tahu terjadi perubahan dan yang membuat perubahan.  Ya.., semua memang berubah, tapi kenyataannya ada yang berubah menjadi lebih baik ada pula yang berubah menjadi lebih buruk.

Aku mengajar Manajemen Inovasi, yang antara lain juga perlu aku sampaikan pentingnya berubah, berinovasi, dan pentingnya mengelola inovasi dan perubahan itu.  Aku ikut kuliah Manajemen Perubahan… ya.. perubahan perlu dimanajemeni.

Continue reading

Aku gelem, saiki, kene, mengkene…

Aku gelem, saiki, kene, mengkene (aku mau sekarang, disini, seperti ini) adalah rasa bersyukur dalam segala hal yang dihadapi. Istilah ini sangat akrab bagi para pelajar Kawruh Jiwa, dan aku teringat istilah ini ketika melihat email yang baru saja aku terima, dari seorang teman, inilah foto-foto kiriman itu:
Jika merasa tidak senang/bahagia, lihat ini…

Continue reading

Pembeli adalah Raja, Penjual adalah Maha Raja

Kemarin aku ke BCA, biasa… setor uang belanja.  Oleh salah satu petugas customer service, setiap orang yang masuk diberi sebuah buku kecil, aku juga sempat memfoto spanduk di belakang counter.  Oh.. ternyata kemarin adalah Hari Pelanggan Nasional. 

Jadi ingat ‘jargon’ Pembeli adalah Raja…, tapi jangan lupa bahwa Penjual adalah Maha Raja.  Sekalipun upaya untuk menempatkan pembeli/pelanggan sebagai pihak yang sangat penting, namun tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan ada ditangan penjual.  Contohnya BCA sendiri, apakah pelanggan pernah diajak kompromi dalam menetapkan biaya administrasi bulanan buku tabungan/ATM, yang cukup mahal itu? Tidak khan.. Si Raja harus nurut sama Sang Maha Raja.  Nggak boleh protes….

Nih fotonya…

Continue reading

Semangat Tim Sukses ?

Beberapa hari yang lalu, ketika membeli bed untuk Icha di Toko Sumber Jaya, Jl. Sukowati – Salatiga, aku jalan2 di depan toko, dan melihat sticker kampanye cagub Jawa Timur, tertempel di tiang lampu di depan toko.  Heran deh…., kampanye cagub Jatim, ditempel di Jateng.  Ya…., mungkin biar ada orang Salatiga yang merekomendasikan ke saudaranya yang di Jatim.  Wujud semangat Tim Sukses??

Barang rusak

Aku kadang ‘gimana’ gitu jika ada barang-barang yang aku beli/pakai rusak. Bulan ini barang yang rusak antara lain gerinda merek Makita, yang aku beli 6 tahun lalu, sudah tidak dapat digunakan lagi. Gerinda ini agak lama dipinjam temanku, untuk memotong tegel teraso yang dipasang dirumahnya, dilanjutkan untuk memotong-motong besi. Ketika akhirnya aku ambil, dan aku pakai untuk mengerjakan sesuatu di rumah, e…. baru beberapa saat mutarnya sudah nggak kencang, trus akhirnya mati. ya sudah.. itu motornya rusak. Mau beli lagi, masih belum ada urgensinya, karena barang itu sangat jarang aku gunakan, juga karena harganya sekarang hampir 1 juta rupiah.

Continue reading