Archive for August, 2008

Ke rumah Prof. Arief Budiman

Sudah bertahun-tahun aku tahu Pak Arief Budiman, dulu ketika masih kuliah di UKSW, kadang juga mendengar ceramah beliau di seminar-seminar. Hari ini aku pergi menemui beliau di rumahnya di Kemiri, Salatiga, sebuah rumah yang unik, tidak jelas mana muka, mana belakang, (lha aku yang pertama kali datang, berjalan mencari-cari dimana harus ketok pintu, ternyata langsung masuk ruang dapur.. he he he..), tapi sungguh eksotik. Aku mengantar proposal untuk seminar besok hari Minggu 31 Agustus di Semarang.

Ternyata Prof. Arief Budiman sekarang sudah pensiun dari pekerjaannya sebagai dosen di Melbourne University – Australia, dan sekarang sering di Salatiga.

Tentang Prof. Arief Budiman, dapat dilihat di sini, tapi ada sedikit kesalahan di situ, yakni bahwa Pak Arief Budiman meninggalkan UKSW Salatiga, bukan pasca kerusuhan Mei 1998, melainkan pasca “persoalan” di UKSW tahun 1994. Atau bisa juga lihat di sini.

Advertisements

Partai politik (dari) kamar kost

Tanggal 19 Agustus 2008 hingga pukul 24.00 yang lalu adalah batas terakhir pendaftaran calon anggota legislatif oleh partai politik peserta pemilu. Jam 5 sore aku datang ke kantor KPU Kota Salatiga untuk menyerahkan berkas pendaftaran caleg dari partai yang aku ikuti. Setelah menyerahkan berkas-berkas, dan menandatangani tanda terima, aku ngobrol dengan petugas KPU. Berikutnya temanku dari partai lain datang untuk mendaftarkan bacalegnya. Tampaknya ada banyak berkas yang masih harus dilengkapi. Aku tahu bahwa temanku dan teman-temannya di partainya “tergesa-gesa” mempersiapkan segala sesuatunya, karena baru sehari sebelumnya Surat Keputusan kepengurusan partainya diperoleh. (sangat berbeda dengan partai yang aku ikuti, dimana aku memiliki SK sebagai pengurus DPC, sejak bulan Februari 2008)
Continue reading

GPS-nya Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata

Sejak jaman dulu, kenapa KKN (tidak) selalu bikin “papan nama petujuk jalan”. Kali ini KKN dari UNDIP (Universitas Diponegoro) Semarang yang ber-KKN di desa tempat tinggal orang tuaku, lagi-lagi bikin papan petunjuk jalan.

Aku mengakui jika petunjuk jalan memang sangat “powerful” dalam memandu orang-orang asing di suatu tempat, tapi… kalau petunjuk jalan itu dibuat dari KAYU apalagi dari TRIPLEKS…, mau bertahan berapa lama?

Mbok ya mahasiswa kreatif dikit, jangan hanya berpikir “proyek jangka pendek” bikin petujuk jalan dari logam misalnya ‘galvanil’, bertiang pipa besi, jadi sekali buat bisa untuk jangka panjang.


Gambar: papan nama dari tripleks, sekali kehujanan, dijamin tripleksnya hancur…Untung KKNnya di musim kemarau…
Continue reading

Lomba makan APEL

Biasanya dalam rangka perayaan hari kemerdekaan RI (17-an), ada berbagai lomba, misalnya yang populer adalah panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, dan lain-lain.

Kali ini aku kebetulan melihat lomba makan apel yang ditaruh di wadah berisi air…
Continue reading

Penjual Jagung Bakar Keliling…

Jika melihat orang-orang semacam ini, aku sangat salut dengan kegigihan usahanya untuk “bertahan hidup”…