Archive for the ‘Sosial Ekonomi’ Category

Calo alias makelar: kadang memang diperlukan.

seratus ribuCalo alias makelar: kadang memang diperlukan.

Sekitar jam 10 tadipagi, aku bersepedamotor berbelok memasuki halaman kantor Satlantas Polres Salatiga. Belum sampai tempat parkir yang biasanya, sudah diberhentikan oleh seseorang yang kemudian memintaku untuk parkir di samping lapangan. Ketika aku memelankan sepedamotor dan memasuki “tempat parkir” itu, orang yang membawa beberapa lembar Formulir isian itu bertanya, “SIM apa?”. Aku menjawab, “Biasanya parkir tidak disini Pak …”. Orang itu menyahut, “Di sana khan tempat ujian SIM, parkir di sini saja.” Aku menjawab, “Saya parkir di sana saja”, sambil aku terus memajukan sepedamotor keluar dari “area parkir” itu.
Continue reading

Advertisements

Sugeng utawa wilujeng?

Sugeng utawa wilujeng?selamat pagi

Nalika aku isi bocah, diajari dening wong tuwaku, ngucapke “Sugeng enjing”, “Sugeng siang”, “Sugeng ndalu”. Nanging nalika aku wis dadi “lungsuran bocah”, asring aku krungu saka radio, penyiar ngucap, “Wilujeng enjing”, saya suwe saya kerep krungu pangucap utawa maca tulisan ‘Wilujeng enjing”.

Continue reading

Anak-anak kehidupan…

Anak-anak kehidupan…

Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life’s longing for itself.  
They come through you but not from you,  
And though they are with you yet they belong not to you.  
……..
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu  
mereka adalah putra-putra dan putri-putri kehidupan, yang menginginkan dirinya sendiri.  
Mereka lahir melaluimu, namun bukan darimu  
dan meskipun mereka bersamamu, mereka bukan milikmu   
…….
Continue reading

Pendidikan Ideal

Pendidikan Ideal

 

Masa muda adalah impian yang indah, tapi kemanisannya musnah diperbudak oleh kedunguan buku-buku dan kesadarannya menjadi bingkai-bingkai patah.    Continue reading

COPAS: Catatan Pinggir | Pleonoxia

=========Catatan Pinggir | Pleonoxia

Berikut ini adalah Catatan pinggir yang di tulis Goenawan Mohamad dengan judul Pleonoxia yang dimuat pada Majalah Tempo Edisi 34/XXXVII 13 Oktober 2008     Continue reading

Seberapa baik Cultural Quotient kita?

Seberapa baik Cultural Quotient kita?

 

Wikipedia menyebutkan: Cultural Intelligence, cultural quotient or CQ, is a theory within management and organisational psychology, positing that understanding the impact of an individual’s cultural background on their behaviour is essential for effective business, and measuring an individual’s ability to engage successfully in any environment or social setting.  Kemudian disebutkan juga bahwa Cultural intelligence is a particular concern for expatriates in foreign environments where not knowing what to expect and the differences that can be encountered upon arrival and in the early stages of settling in can often result in culture-shock – the disorientation felt by a person subjected to an unfamiliar way of life.

Continue reading

Mengapa kita disebut ‘sesama’ (manusia)?

Suatu ketika aku chating dengan seseorang, melalui Yahoo Messenger, berdiskusi soal manusia. Satu pertanyaanku yang tidak tuntas terjawab adalah, “Mengapa kita disebut sesama manusia?” Jawaban mudahnya adalah, karena kita sama-sama manusia. Pertanyaanku selanjutnya adalah, “mengapa kita disebut manusia?”

Ada banyak jawaban yang muncul, dan paling mudah, adalah ‘definisi’ bahwa manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan. (hm.. Tuhan? Tuhan itu apa? siapa? bagaimana? ada dimana?
Continue reading