Archive for the ‘Keluarga’ Category

Hemat bukan pelit, tetapi perlu ketika air makin sulit.

Dulu, ayah pernah membelikan kaset lagu anak-anak yang di dalamnya ada lagu berjudul “Dusunku“, karangan Ragil Sugiyono. Lirik lagu itu sebagai berikut:

“Di lereng bukit kecil, dihiasi pepohonan,
dusunku terpencil dekat tepi hutan.
Mengalir air jernih dingin segar di pancuran,
udara pun bersih dan sejuk serta nyaman.
Di waktu pagi nan berseri, merekah indah sang mentari,
burung-burung lincah bernyanyi, menyampaikan salam suci.
Hamparan sawah luas padi kuning keemasan
hati lega puas penuh pengharapan.”

Sekalipun lagu itu saya dengar lebih dari dua puluh tahun yang lalu, dan kasetnya juga sudah rusak dan hilang entah kemana, kadang masih saya senandungkan lagu itu, karena selalu mengingatkan saya pada masa kecil tinggal di dusun yang “nyaris sama” dengan yang digambarkan oleh lagu itu, yaitu:
Continue reading

Siapakah jodohku?

Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun.  Cinta adalah kecocokan jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad. (Kahlil Gibran)

Continue reading

Mengasihi adalah perintah

Yohanes  13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. (LAI-TB)

love_is_decisionYohanes  15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
Continue reading

COPAS: Untuk Para Istri…Dari Kami Para Suami !

(dari mailbox)

Untuk Para Istri…Dari Kami Para Suami !

by Made Teddy Artiana, S. Kom

photographer, penulis & event organizer

 

Hal ini kudengar langsung dari bibir Bob Sadino, paling sedikit tiga kali. Pertama dihadapan orang banyak, lalu kedua ketika berbincang denganku face to face, dan ketiga di Buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino”.

Tetapi adegan yang paling berkesan adalah ketika hal itu diucapkannya didepan para pengusaha yang sengaja diundang beliau kerumah. Dan diantara mereka hanya aku undangan yang agak nyeleneh..seorang photographer.

Continue reading

Ke Telomoyo bersama Icha

Hari ini, aku memenuhi janjiku mengajak Icha ke Gunung Telomoyo.  Karena naik motor (Shogun 110, tahun 2003, dengan angka ordometer 9000-an km), dari rumah sudah aku pesan supaya tidak tidur di jalan, tapi aku juga siapkan tali tas, kalau-kalau di tertidur, maka badannya akan aku ikat ke badanku.  Ternyata pergi-pulang Icha tidak tidur, walau sejak berangkat hingga sampai rumah, kira-kira hampir 4 jam (karena banyak berhenti dan lihat-lihat pemandangan, termasuk berhenti beberapa saat di Salib Putih, melihat excavator, buldozer, dump truck bekerja membuat jalan lingkar Salatiga.

Seperti yang sudah aku duga, karena ini hari Minggu, ternyata memang banyak anak muda yang naik ke Telomoyo untuk pacaran.   Tetapi ternyata, setelah sampai di atas, ada juga beberapa keluarga yang mengajak anak kecilnya ke Telomoyo.

Continue reading

Aku turut berduka

Hari ini aku dapat SMS dari adikku: “Ibunya Ellen meninggal, dirampok tadi malam, mau layat tidak?

Ya.., aku ingat Ellen yang rumahnya Solo, ayah ibu-nya aku juga pernah kenal, karena beberapa kali kami ketemu. Ternyata kemudian aku dapatkan beritanya di Suara Merdeka, tepatnya di sini

Sedikit ralat di Suara Merdeka, LPMI itu Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia, bukan Lembaga Pemberdayaan Mahasiswa Indonesia. Aku pernah ikut pelayanan lembaga itu.

Untuk Ellen, aku ikut berduka atas kejadian ini, percayalah bahwa kalaupun Tuhan tidak merencanakan, Tuhan MENGIJINKAN hal ini terjadi. Carilah kehendak Tuhan, apa yang terbaik di kemudian hari. Terimalah kejadian apapun dengan “ucapan syukur”, sebab itu yang dikehendaki Tuhan, betapapun sulitnya itu dilakukan dalam suasana duka. Aku percaya kamu dapat menghadapi semua ini dengan baik.

Devi kena “Super Max”

Hari ini, sebuah pengalaman berharga aku dapatkan, ketika aku sibuk menulis formulir isian, aku ambil kartu NPWP untuk melihat nomornya, anakku Devi ikut ambil sebuah wadah kecil yang didalamnya ada pisau “silet” bermerek Super Max, yang sengaja aku simpan di dalam wadah, di dalam laci meja belajarku. Itu semua aku ketahui setelah Devi yang baru berumur 1 tahun lebih 3 bulan, merengek di samping kursiku “ugh ugh…., meminta perhatianku.

Continue reading