Marah karena beda pendapat…

Hari ini, di sela-sela mempersiapkan bahan kuliah minggu depan dengan laptop hitam yang sudah mulai “telmi”, aku agak disibukkan menjawab dan menghapus komentar-komentar dari seseorang yang tampaknya sangat marah kepadaku, di beberapa website yang aku kelola, akibat perbedaan pendapat mengenai keyakinan tertentu.   Aku jengkel, namun tetap tidak marah, sebab percuma marah-marah, menghabiskan energi saja.  Lagi pula, aku juga  belajar ‘filsafat’ Kawruh Jiwa, yang didalamnya diajarkan antara lain bahwa orang boleh berbeda pendapat, namun tidak pakai marah. Itu sebuah “pakem” bagi orang-orang yang belajar Kawruh Jiwa, yaitu, tanpa dhemen tanpa sengit, tanpa nesu (tanpa memuja, tanpa membenci, tanpa marah).

Orang-orang yang belajar Kawruh Jiwa, yang didalam setiap kali pertemuan tidak pernah membahas tentang TUHAN-pun, dapat dengan elegan mengendalikan diri dalam berinteraksi dengan orang lain, sehingga sangat mengherankan bagi orang-orang yang merasa menyembah TUHAN yang (katanya) Maha Baik, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Sabar, ternyata menjadi sangat marah hanya gara-gara BEDA PENDAPAT.

Aku jadi ingat bagan yang dibuat Ki Wagiman, yang aku perbaiki dengan komputer, yang menggambarkan timbulnya perselisihan diantara manusia.  Perselisihan, semua terjadi karena perbedaan pendapat. Dados, sulaya punika asalipun saking pemanggih ingkang kepanggih kaliyan pemanggih sanes.  Pemanggih kepethuk pemanggih, dadosipun sulaya, amargi pamanggih saben tiyang punika benten-benten.  Lha punika benten kaliyan pangertos, menawi dipun wastani pangertos, pangertos saben tiyang punika sami, menawi dereng sami, mestinipun dereng saged dipun sebat pangertos, punika inggih namung pamanggih.

Sebenarnya setiap orang boleh berpendapat apasaja, asal, pendapat itu didukung argumentasi, tidak asal ngomong, asal berpendapat.  Aku jadi ingat cerita Prof. Arief Budiman, di Amerika, seorang murid boleh mengatakan kepada gurunya, “you are stupid”, dan guru tidak akan langsung marah, melainkan akan bertanya pada muridnya, “why do you say ‘stupid’?.  Murid dididik untuk mengemukakan argumentasinya.

Nah, jengkelku pada seseorang yang hari ini mengacau dengan memberikan komentar-komentar kasar di beberapa website yang ku kelola, (dengan mencatut namaku, identitasku yang lain, nama teman-temanku) karena tanpa alasan, dia marah-marah mencaci maki, (keluar nama2 binatang berkaki 4), dengan tidak berani menunjukkan dirinya siapa.  Bahkan yang sangat menjengkelkan, orang ini juga menyebut-nyebut ayah, ibu, istri dan anakku.  Dia tidak tahu betapa aku sangat menghormati orang tuaku, dan mengasihi istri dan anak-anakku.  

Aku tidak akan marah pada orang yang tidak jelas dan pengecut ini, aku hanya bilang sama Tuhan, kalau aku jengkel, terserah Tuhan mau apa.   Sebab, ketika sebuah persoalan tidak dapat aku selesaikan, juga tidak ada orang yang dapat membantu menyelesaikan, aku hanya sambat pada Tuhan.  Dan aku kira Tuhan itu baik, bahkan sangat baik, Dia pasti mendengar keluhan-keluhanku.   Aku juga tidak akan membalasnya dengan menuliskan sesuatu yang kasar untuknya, sebab pembalasan adalah hak Tuhan, begitulah kata ayat Kitab Suci.

Ataukah dia sebenarnya hanya orang frustasi yang kurang mendapatkan kasih sayang dari orang-orang sekitarnya?  Aku ingin mengatakan kepadanya, “Sekalipun anda marah-marah karena berbeda pendapat dengan saya masalah keyakinan/iman, TUHAN tetap mengasihi anda, dan memberi kesempatan buat anda untuk bertobat, mengikuti ajaran kebaikan dari TUHAN. Anda tidak perlu marah-marah dan memaki-maki saya, itu hanya akan membuat anda cepat tua…”.

2 responses to this post.

  1. Sabar lak wis.

    Reply

  2. Posted by K.r on 2008/09/13 at 7:59 pm

    Sy hny mncba wbsite anda,
    Anda mbri materi swkt LDK D kls sya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: