Mengabaikan dan terabaikan: hal yang biasa

Status FB-ku tadi malam:

Karena perbedaan kepentingan tiap orang, kita tak akan bisa menyenangkan semua orang di sekitar kita. Berbagai keterbatasan membuat kita hanya mampu berada pada kepentingan tertentu, dan terpaksa mengabaikan kepentingan lainnya. Mengabaikan dan terabaikan, itu hal yang biasa dalam hidup ini.

=========================

Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu; namun marilah kita coba saling bicara, barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu. =Kahlil Gibran=

Aku teringat pada kisah Yeshua (Yesus).  Ketika Yeshua dihadapkan pada perempuan yang kedapatan berzinah dan akan dirajam oleh orang banyak, Yeshua menyatakan “siapa yang tidak berdosa, silakan melempar batu pertama kali”.  Orang-orang berlalu meninggalkan perempuan itu, dan tinggallah Yeshua bersamanya, dan kemudian Yeshua berkata, “Dosamu sudah diampuni, PERGILAH DAN JANGAN BERBUAT DOSA LAGI” (aku tekankan kata “pergilah dan jangan berbuat dosa lagi, karena kadangkala demi kepentingan tertentu, yang ditekankan hanya “dosamu sudah diampuni”)

Apakah orang-orang yang akan melempari perempuan itu, setelah mendengar kata-kata Yeshua, kemudian pergi meninggalkan perempuan berdosa itu, dengan sukacita dan riang gembira?  Aku berani pastikan, mereka pergi dengan menahan malu, atau minimal dengan rasa tidak nyaman, karena tidak berhasil melampiaskan hasratnya melempari perempuan berdosa itu.

Dari kisah di tersebut, ada ‘konflik kepentingan’ bagi Yeshua, antara mengampuni dan menyelamatkan perempuan berdosa itu, atau menuruti keinginan orang banyak untuk merajam seorang perempuan.  Bagaimanapun, ada satu pilihan yang tidak mampu menyenangkan semua pihak.  Tetapi, kita semua yang membaca kisah itu, akan “memuji” tindakan Yeshua yang menyelamatkan SEORANG perempuan daripada menuruti keingingan BANYAK ORANG.

Kehadiran Yeshua mengajarkan banyak hal tentang kasih, hingga  pengorbanannya di kayu salib, telah menjadikan Yeshua sebagai TOKOH KASIH TERBESAR SEPANJANG JAMAN.  Tidak ada yang membantah hal ini, kecuali orang-orang yang tidak mau tahu ajaran kasih dariNya.  Ajaran kasih-NYA yang singkat dan populer adalah “Kasihilah sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri“.  Apakah Yeshua sebagai “raja kasih”, berhasil menyenangkan semua pihak?  Tidak sama sekali.

Kehadiran Yeshua merupakan ancaman bagi para ahli Taurat (Torah), orang-orang Farisi dan sebagian besar orang yang tidak sepakat dengan ajaran kasih dari Yeshua, yaitu orang-orang yang masih mau mempertahankan ajaran Torah.  Ketidaksukaan atau ketidaknyamanan orang-orang yang tidak sepakat dengan ajaran Yeshua, tidak meredupkan/menghilangkan ‘predikat’ Yeshua sebagai tokoh kasih.

Contoh di atas, hanya menunjukkan bahwa dalam kehidupan ini, kita tidak dapat menyenangkan semua pihak.  Yeshua yang “tidak terbatas”-pun, tidak mampu menyenangkan semua pihak, apalagi kita manusia biasa yang memiliki banyak keterbatasan, sudah pasti tidak akan mampu menyenangkan semua pihak.  Demi kepentingan tertentu, kita akan mengabaikan satu atau beberapa hal (satu atau beberapa orang, bahkan mungkin, banyak teman kita), dan kita akan lebih memperhatikan hal/orang yang lain.  Mengabaikan dan terabaikan, itu hal yang biasa dalam kehidupan ini, karena perbedaan kepentingan tiap-tiap orang.

Ketika kita mengabaikan sesuatu/seseorang, kadang kita akan merasa bersalah, atau merasa tidak nyaman, tetapi ada kalanya, kalau “semua” kita perhatikan, juga akan timbul ketidaknyamanan yang lebih besar.  Akhirnya, keputusan memilih dengan konsekuensinya masing-masing harus kita buat.  Bisa jadi itu keputusan pilihan yang salah, tetapi keputusan-keputusan yang benar, kadang perlu didahului oleh pengalaman dari pengambilan keputusan yang salah.  [Good decisions come from experience, and experience comes from bad decisions. =Author Unknown= ]

Ketika kita (merasa) terabaikan oleh orang lain, tidak perlu juga menjadi “duka” yang mendalam, sebab ‘itu sudah biasa’, kadang kita diperhatikan, bahkan kadang bahkan diutamakan, namun ada kalanya kita diabaikan.  Kita tidak perlu ‘sakit hati’ dengan orang-orang yang mengabaikan kita, karena mungkin saja orang itu memiliki prioritas untuk memperhatikan orang lain selain kita.  Memang ada pepatah, “satu musuh terlalu banyak, seribu teman terlalu sedikit”, tetapi tentu tidak mungkin kita bisa memperhatikan seribu teman yang ‘sedikit’ itu.  Lihat saja di facebook, dari sekian banyak friend kita, berapa banyak yang intens berinteraksi (lewat comment, “like“, message atau poke)?  Aku berani pastikan, hanya beberapa orang, mungkin puluhan atau ratusan orang, tapi bukan semua friend yang ribuan itu.

Tetapi boleh juga, kita sok kenal sok dekat (sksd), dengan friend yang sesungguhnya tidak kita kenal di dunia nyata, kita beri ucapan ‘selamat ulang tahun’ ketika di wall FB ada ‘notifikasi’ bahwa dia ulang tahun hari ini.  Plus kita bisa memberi kata-kata indah kepadanya, walau sebenarnya tidak tahu “siapa dia”.  (aku pernah mengamati hal ini, seorang friend (aku kenal baik di dunia nyata), diberi ucapan ‘selamat ulang tahun’ oleh friend -ku yang lain, padahal sesungguhnya (aku tahu), mereka tidak saling kenal, dan hanya ber-friend di FB.  Ketika aku konfirmasi ke teman yang ulang tahun, “kamu kenal dia?”, dijawabnya, “tidak”, hehehe… ya iya lah… karena friend -ku yang satu itu asal nge-add  saja.

Apalagi di facebook, perhatian seseorang, biasanya hanya pada beberapa teman, dan itu artinya mengabaikan teman yang lain.  Contoh nyata, kalau yang bikin status itu perempuan cantik, hampir dapat dipastikan banyak yang me-like.  Kalau foto yang dipasang, sangat menarik, cantik, seksi apalagi jika pakaiannya ‘kurang bahan’, sudah pasti banyak yang ‘Like‘ dan banyak yang berkomentar, sekalipun mungkin di dunia nyata, tidak kenal dengan pemilik foto itu.  Biasa lah.. laki-laki punyakelemahan di matanya.  Perempuan cantik (secara fisik) memang punya daya tarik kuat bagi laki-laki.  Berbahagialah anda yang memang cantik atau merasa cantik atau dianggap cantik.

Untuk perempuan yang kurang cantik secara fisik, ya tampilkan kecantikan yang lain, yang sering dikenal dengan sebutan “inner beauty“, itupun bisa memikat laki-laki.  Jika tidak ada kecantikan apapun yang ditawarkan, siap-siap saja menjadi terabaikan oleh banyak lelaki.  Jika anda merasa terabaikan, dan kemudian menyalahkan para lelaki, yang anda dapat bukannya perhatian lebih, tapi malah semakin dihindari, karena masih banyak perempuan lain yang lebih menarik untuk diperhatikan.

Demikian juga laki-laki, jika tidak mendapat perhatian dari para perempuan, tidak perlu menyalahkan mereka (para perempuan), yang sombong lah.. yang matre lah… yang sok lah….  Jika memang tidak ada hal menarik pada diri laki-laki, perempuan bebas tertarik pada lelaki yang punya daya tarik lebih.  Konon, cinta memang buta, tetapi masih bisa melihat dan membedakan antara yang rapi dan yang berantakan, yang sopan dan yang kasar, yang cerdas dan yang bebal dan sangat mudah membedakan antara Honda Jazz dan Honda Vario.

Jadi, lantas bagaimana kita akan  membagi perhatian, perlu memperhatikan yang mana dan mengabaikan yang mana?  Itu terserah kita masing-masing.  Kita punya pertimbangan sendiri-sendiri, berdasarkan ‘analisis’ pilihan dan konsekuensi.  Contoh, kurang memperhatikan istri/suami, akan berkonsekuensi ada masalah dalam rumah tangga.  Memperhatikan istri/suami orang, bisa jadi akan berkonsekuensi mendapat masalah, jika suami/istrinya tidak terima.  Kita punya HAK untuk menentukan kepada siapa kita akan lebih memperhatikan dan siapa yang akan kita abaikan.  Tetapi kita juga tidak perlu ‘sakit hati’ jika ternyata kebagian terabaikan, kecuali bahwa sebenarnya kita memang dapat meyakinkan diri, bahwa orang lain yang kita maksud, punya KEWAJIBAN untuk memperhatikan kita.

Jika kita ‘tidak punya hak”, kadang tidak perlu juga meminta penjelasan, mengapa kurang diperhatikan sementara kita lihat orang lain lebih diperhatikan. Michel de Montaigne pernah menyatakan, “If you press me to say why I loved him, I can say no more than because he was he, and I was I.”  Aku modifikasi kata-kata itu menjadi, “If you press me to say why I loved her, I can say no more than because she was she, and I was I.”.  Seseorang bisa punya alasan tersendiri, yang tidak harus kita mengerti.

Salatiga, 8 November 2011

RT Wijayantodipuro.

Catatan: Tentang Yeshua dan Yesus.

Jika aku ‘prefer‘ menulis/menyebut Yeshua daripada Yesus, itu karena dalam pemahamanku sampai saat ini, nama ‘asli’ Yesus adalah Yeshua.  Yeshua punya makna YHWH – Shua = YHWH (yang) menyelamatkan.  (hampir sama dengan nama Yesayahu (Yesaya), yang punya arti YHWH Penyelamat.

Coba tonton film “Passion of Christ”, dalam film yang dibuat dengan cermat itu, disana disebut Yeshua, bukan “Jesus”, coba dengar lagu-lagu dari Israel, akan disebut “Yeshua Adonai”, bukan “Jesus Adonai”. Aku berpendapat, sedapat mungkin nama TIDAK DITERJEMAHKAN, selama kita masih bisa menyebut nama ‘asli’-nya.  Apalagi, nama ‘asli’ itu punya makna khusus, dan jika diterjemahkan, makna nama itu menjadi hilang. Coba saja, “Apa arti nama Yesus, atau apa arti nama Jesus?”  Tidak berarti apa-apa, namun Yeshua-lah yang punya makna.

Pepatah Cina: “Awal kebijaksanaan adalah memanggil sesuatu dengan namanya yang benar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: