Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan

Itu salah satu  “slogan” dalam Komunitas Pria Sejati, disamping banyak slogan yang lain.  Aku tidak asing dengan perubahan, setiap hari aku berubah…, ya… berubah dan beruban menjadi lebih tua.

Di dunia ini ada 3 macam orang, yaitu yang tidak tahu (telah) terjadi perubahan, yang tahu terjadi perubahan dan yang membuat perubahan.  Ya.., semua memang berubah, tapi kenyataannya ada yang berubah menjadi lebih baik ada pula yang berubah menjadi lebih buruk.

Aku mengajar Manajemen Inovasi, yang antara lain juga perlu aku sampaikan pentingnya berubah, berinovasi, dan pentingnya mengelola inovasi dan perubahan itu.  Aku ikut kuliah Manajemen Perubahan… ya.. perubahan perlu dimanajemeni.

Hidup adalah perubahan, perubahan yang pasti adalah perubahan menuju kematian.  Ah… tidak baik membicarakan kematian, tak dibicarakanpun akan datang sendiri, yang penting adalah membicarakan tentang kehidupan.  Hidup yang selalu berubah, apa saja bisa berubah, termasuk keyakinan pada Tuhan.  Ya.., aku ada kenalan seorang yang sudah pindah keyakinan tentang Tuhan, tetapi belum berani berubah agamanya.  Perubahan agama adalah masalah sensitif, tidak semua orang bisa menerimanya.  Ini seperti orang tua yang kadang sangat kaget ketika anak gadisnya tiba-tiba perutnya berubah menjadi gendut.

Sebenarnya perubahan apapun itu sensitif, banyak orang yang tidak mau atau enggan berubah, hanya karena mempertahankan status quo, atau karena kenyamanan selama ini, atau karena tidak berani berubah, karena memang ada perubahan yang tidak menjadikan sesuatu lebih baik, namun sebaliknya lebih buruk, apalagi perubahan yang membuat orang lain menjadi lebih baik dan membuat diri sendiri menjadi (tampak) lebih buruk.

Namun, tidak semua hal harus berubah. Cinta dan istri/suami tidak perlu berubah, tidak perlu cari istri/suami baru…( kalau pacar baru?…, selingkuhan baru? — entahlah…. ).  Kita memang harus open minded, tapi terlalu open minded, menjadikan kita tidak punya prinsip.  Ya.. prinsip harus dipegang teguh, (eh… kita pegang sendiri, kalau dipegang si teguh malah nanti kita nggak punya prinsip), jangan sampai prinsip-prinsip hidup kita menjadi terombang-ambing karena hanya kita ingin mengikuti perubahan. (tentunya prinsip-prinsip yang ‘baik’)

Sebenarnya ada rumus sederhana bahwa perubahan yang perlu adalah segala perubahan yang membuat harkat dan martabat manusia itu makin OK, artinya segala perubahan yang menuju pada pe-manusia-an manusia, bukan perubahan yang membuat “value” dari kemanusiaan kita menjadi berkurang.

Website ini pun berubah, semula semua orang bebas berkomentar, tapi sekarang semua komentar di website yang aku kelola, perlu masuk dulu ke moderasi, ini semua karena ada orang yang “menyerang”ku dengan kata-kata kasar, dan tak menjawab apapun ketika kutanya “mengapa?”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: