Archive for December, 2012

Doa ANEH dari Gereja Tiberias Indonesia (GTI)

doa pariadjiDoa ANEH dari Gereja Tiberias Indonesia (GTI)

Melanjutkan Note saya sebelum ini yaitu Ratu Kidul atau Ratu Ngibul?, berikut ini saya sajikan ucapan-ucapan doa yang ANEH.
Jika didengarkan, orang yang mengatakan doa ini MENGIKUTI kata-kata yang diucapkan oleh Pendeta Yesaya Pariadji dari Gereja Tiberias Indonesia. FILE mp3 dari doa itu saya download/dengarkan dari sini

Continue reading

Advertisements

Ratu Kidul atau Ratu Ngibul?

lukisan Nyi Rara KidulRatu Kidul atau Ratu Ngibul?

“Acara babtisan” yang diselenggarakan oleh  Gereja Tiberias Indonesia (GTI) di Hotel Gading Indah, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada tanggal 9 November 2012, menjadi HEBOH setelah ada yang meng-upload videonya ke Youtube.  Ketika pertama kali menyaksikan beberapa menit awal video itu di Youtube di suatu siang, saya MERASA bahwa sangat mungkin video itu kemudian akan di-remove oleh yang mengupload, karena KONTROVERSIAL (kontroversinya dapat dibaca dari komentar-komentar yang ada di Youtube, saat itu).  Tetapi karena saya menyaksikannya disela-sela mengikuti acara seminar di kampus, dan koneksi internet kurang lancar, saya tidak mendownload video itu, juga tidak menyelesaikan melihat seluruh video itu.  Ketika sore hari di rumah, saya membuka lagi video itu di Youtube, ternyata sudah tidak ada (sudah di-private).  Beruntung setelah saya cari lagi, ternyata sudah ada orang lain yang baru saja meng-uploadnya, sehingga saya bisa mendownload video itu untuk saya lihat secara lebih cermat.

Continue reading

Hemat bukan pelit, tetapi perlu ketika air makin sulit.

Dulu, ayah pernah membelikan kaset lagu anak-anak yang di dalamnya ada lagu berjudul “Dusunku“, karangan Ragil Sugiyono. Lirik lagu itu sebagai berikut:

“Di lereng bukit kecil, dihiasi pepohonan,
dusunku terpencil dekat tepi hutan.
Mengalir air jernih dingin segar di pancuran,
udara pun bersih dan sejuk serta nyaman.
Di waktu pagi nan berseri, merekah indah sang mentari,
burung-burung lincah bernyanyi, menyampaikan salam suci.
Hamparan sawah luas padi kuning keemasan
hati lega puas penuh pengharapan.”

Sekalipun lagu itu saya dengar lebih dari dua puluh tahun yang lalu, dan kasetnya juga sudah rusak dan hilang entah kemana, kadang masih saya senandungkan lagu itu, karena selalu mengingatkan saya pada masa kecil tinggal di dusun yang “nyaris sama” dengan yang digambarkan oleh lagu itu, yaitu:
Continue reading