Mengasihi adalah perintah

Yohanes  13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. (LAI-TB)

love_is_decisionYohanes  15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
 

Sudah lama sebenarnya aku ingin menuliskan hal ini, bahwa mengasihi adalah perintah. Perintah Tuhan (Adonai/Tuan) Yeshua (Yesus).  Para pengikut  Yeshua mestinya menyadari hal ini, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengasihi.  Soal bagaimana mengasihi, kita bisa berdiskusi panjang lebar, namun kita semua pasti ingat sebuah perintah “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri“.

Dulu aku juga tidak menyadari, bahwa mengasihi adalah perintah.  Tetapi beberapa tahun yang lalu, aku disadarkan tentang hal ini, dan aku tahu, beberapa hari yang lalu seorang teman juga (baru) sadar akan hal ini, bahwa mengasihi adalah perintah.

Sebagai pengikut Yeshua, jika kita memang mengakui Yeshua sebagai “tuan” (Adonai), tentu kita tidak perlu punya banyak alasan untuk menolak perintahNYA.  Yeshua tidak bodoh, yang memberi suatu perintah kepada pengikutNya yang tak mungkin bisa dilaksanakan.  Kita pasti punya POTENSI untuk mampu melaksanakan perintah tersebut, persoalannya hanya MAU atau TIDAK, bukan MAMPU atau TIDAK.  Kita akan mampu melaksanakannya, jika kita mau.

Tadi malam, aku sempat membaca sebuah status seorang pemuda di facebook (sayang, tidak ketemu ketika aku cari lagi status seseorang yang namanya belum aku hafal itu — sehingga tidak bisa aku search), yang intinya menyatakan “sampai kapanpun tidak bisa memaafkan ayahnya”.  Mungkin memang sulit mengampuni seseorang yang telah sangat menyakitkan, tetapi tanpa mengampuni orang lain, bagaimana bisa berdoa “BAPA KAMI” : “….dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;….”.

Dengan mengampuni orang lain, kita bisa berharap Tuhan mendengarkan doa-doa kita, sebab dengan pengampunan Tuhan atas kesalahan kita, kita menjadi “dibenarkan”. [ Matius  6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. ], dan jika kita dibenarkan, maka doa kita baru akan “berkuasa”.  Yakobus  5:16 …… Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Sehingga secara singkat, kasih (LOVE), pengampunan (FORGIVENESS) dan doa (PRAY), adalah satu paket, dalam hidup yang meneladani (menjadi murid) Yeshua.  Tak perlu banyak doktrin dan dogma, praktekkan 3 hal itu saja dalam kehidupan sehari-hari, hidup akan lebih baik, dan dijamin masuk surga (hahaha).  Jika banyak orang memiliki 3 hal itu, “kerajan surga” dapat dihadirkan di dunia ini.

Tiga hal itu dapat dimulai dari rumah (rumah tangga) sendiri: suami mengasihi istri, istri mengasihi suami, suami memaafkan istri, istri memaafkan suami, suami mendoakan istri, istri mendoakan suami, maka rumah tangga akan berjalan dengan baik. Setelah dari ‘orang  terdekat’, kemudian dilanjutkan ke ‘area’ yang lebih luas, mengasihi anak, saudara, kerabat, teman-teman, dan sesama manusia.

Mungkin memang mudah ditulis seperti di atas, tetapi sulit dipraktekkan, karena kita berhadapan dengan orang-orang di sekitar kita yang kadang menjengkelkan, bahkan menyakitkan.  Tentu tidak mudah mengasihi, mengampuni apalagi mendoakan orang yang menjengkelkan/menyakiti kita.  Tetapi…. mengasihi adalah KEPUTUSAN.  Jika kita berani memutuskan mengasihi, ya tinggal mengasihi saja, tak peduli orang lain itu bagaimana.  Banyak “kasih” yang gagal, karena didasarkan pada PERASAAN, ketika dirasa menyenangkan, tetap mengasihi, ketika dirasa tidak nyaman, kasih menjadi luntur bahkan hilang.

Namun, tak perlu berkecil hati, jika kita kadang gagal mengasihi, gagal mengampuni dan gagal berdoa. Sebab hidup ini adalah belajar sampai mati, termasuk belajar mengasihi, belajar mengampuni dan belajar mendoakan.  Berharap saja, ketika kematian menjemput kita, kita sudah “tidak bodoh-bodoh amat” dalam hal mengasihi, mengampuni dan mendoakan, sebab kita bukan orang yang bebal.

Salatiga, 5 November 2011

RT Wijayantodipuro

One response to this post.

  1. Setuju. Mengasihi adalah perintah.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: