Barang rusak

Aku kadang ‘gimana’ gitu jika ada barang-barang yang aku beli/pakai rusak. Bulan ini barang yang rusak antara lain gerinda merek Makita, yang aku beli 6 tahun lalu, sudah tidak dapat digunakan lagi. Gerinda ini agak lama dipinjam temanku, untuk memotong tegel teraso yang dipasang dirumahnya, dilanjutkan untuk memotong-motong besi. Ketika akhirnya aku ambil, dan aku pakai untuk mengerjakan sesuatu di rumah, e…. baru beberapa saat mutarnya sudah nggak kencang, trus akhirnya mati. ya sudah.. itu motornya rusak. Mau beli lagi, masih belum ada urgensinya, karena barang itu sangat jarang aku gunakan, juga karena harganya sekarang hampir 1 juta rupiah.

Yang kedua adalah paper shredder bermerk Protech, yang aku beli sekitar 4 tahun yang lalu, ketika dipakai bekerja keras untuk memotong banyak sekali kertas, tiba-tiba mati. Aku duga motornya yang rusak. Aku buka, aku lihat-lihat, periksa beberapa komponen dengan multi tester yang baterainya mulai lemah…, ternyata benar, akhirnya kutemukan bahwa ada salah pegas yang mendorong carbon untuk “swicth” motor patah karena terlalu panas. Pegas itu sangat kecil, tapi susah carinya. Aku coba paksa pakai pegas yang patah, aku utak-utik sedikit, eh… pegasnya menjadi terlalu kuat, akibatnya gesekan terlalu kuat dan motor yang berputar selalu mengeluarkan api, jadi lebih cepat panas, dan mati lagi… (inilah motor listrik, terlau panas malah mati, beda sama listrik biologis, kalau mulai panas mulai hidup…(apanya ya yang hidup….??? )  Akhirnya aku menyerah.. aku biarkan rusak, dan tempat penampungan kertasnya malah aku buat tempat sampah di kamar belajarku. Kapan-kapan saja beli lagi, jika sudah ada uang.

Ya, itu diluar lampu listrik yang mati, aki mobil bermerek Haten yang mulai bermasalah dan akhirnya aku ganti baru dengan merek GS, dengan tukar tambah (banyak tambahnya), laptop IBM yang mulai bermasalah, karena makin lambat dan baterainya sudah tidak mampu menyimpan tenaga listrik.  Dan mungkin yang paling parah adalah kerusakan sel-sel di tubuhku yang membuat aku makin kelihatan tua,  dan umurku makin pendek. he he he..

Aku mengajar suatu matakuliah yang didalamnya dibahas mengenai kerusakan produk. Dan karenanya aku tidak pernah jengkel atau marah ketika menghadapi kerusakan produk-produk di sekitarku, karena aku memahami dan menghayati sebuah kurva kerusakan produk, tepatnya bathtub curve. Pernah suatu ketika, mobilku dipakai adikku dan rusak bagian samping belakang karena ditabrak mobil lain, akupun tidak marah, hanya bilang ke adikku agar dibawa saja ke bengkel, nanti kembalikan kalau sudah diperbaiki. Itu contoh kerusakan karena random cause (kecelakaan), tidak perlu disikapi dengan kemarahan. Random cause yang juga pernah aku alami adalah sebuah teleskop senapan angin yang rusak tidak lama setelah aku beli gara-gara pecah lensanya akibat jatuh di lantai yang keras, akhirnya dengan semangat yang bukan semangat 45 (karena harus mengeluarkan uang lagi) aku beli lagi yang lebih bagus, bahkan lebih mahal dari harga senapan anginnya, dan aku sangat hati-hati menanganinya.  Demikian juga sebuah laser pointer yang rusak saklarnya gara-gara aku sempro pakai cairan penetrant, dengan harapan karatnya hilang, ternyata malah karet switchnya membesar, dan tidak bisa dipencet-pencet lagi… ya…. harus beli lagi dengan beberapa lembar uang bergambar I Gusti Ngurah Rai.  He he he… jadi ingat beberapa tahun lalu, waktu uang itu keluar pertama kali…, aku tunjukkan ke salah satu temanku yang sekarang sudah profesor, wajahnya mirip dia, dan dia hanya tersenyum kecut ketika membanding-bandingkan wajahnya dengan gambar di uang 50.000-an itu, ternyata memang mirip.

Aku juga tidak apa-apa, ketika harus kehilangan kakek, nenekku, mereka memang sudah wearing out, sudah tua dan sudah saatnya meninggalkan dunia ini, karena sudah lama berfungsi ‘baik’ sebagai ‘produk’ ciptaan Tuhan.  Kapan-kapan akupun akan meninggalkan dunia ini karena wearing out, atau jangan-jangan malah karena random cause, yang jelas bukan karena poor quality, karena sudah terbukti hingga hari ini aku masih hidup sehat, tidak sakit-sakitan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: