Episode ke-2: Ratu Kidul atau Ratu Ngibul? (sangat memprihatinkan)

Episode ke-2: Ratu Kidul atau Ratu Ngibul? (sangat memprihatinkan)

Setelah selesai menonton video “Episode 2” yang saya download dari http://www.youtube.com/watch?v=eqPU9j5JclA (tanggal 6 Februari 2013) saya tercenung, merenung dan bertanya-tanya, “Apa sebenarnya yang sedang dikerjakan oleh para aktivis di Gereja Tiberias Indonesia?”, dan baru kali ini (1 Maret 2013) tulisan singkat ini saya upload, setelah melalui beberapa pertimbangan, antara lain “apa yang perlu saya tulis lagi, setelah di banyak tempat “kasus” kesurupan Nyi Rara Kidul ala GTI menjadi pembicaraan yang cukup ramai?”

Perang ARTIKEL antara Tabloid REFORMATA (mengkritisi GTI) dan Majalah SPEKTRUM — yang kabarnya didanai oleh GTI — (membela GTI), telah terjadi. Bagi pembaca yang sempat membaca artikel-artikel di REFORMATA (terbitan bulan Januari 2013 dan bulan Februari 2013), dan Majalah SPEKTRUM, akan tahu hal ini. Ada “kubu” pembela GTI ada “kubu” pembela Pendeta Joshua Tumakaka, dan ada juga jemaat yang menjadi “pusing” dan tidak lagi ikut di GTI (Pdt. Pariadji), juga tidak ikut di GCCC (Pdt. Joshua Tumakaka), malah pindah ke gereja lain. Saya sendiri BUKAN jemaat GTI, juga BUKAN jemaat GCCC, bukan mantan anggota GTI, juga bukan mantan anggota GCCC, juga tidak ada keinginan untuk menjadi anggota GTI maupun GCCC. Saya orang luar, yang bebas merdeka menulis dari apa yang saya amati. Jika anda sepakat, ya syukur, jika anda tidak sepakat, tidak ada masalah apapun.

Saya tidak tahu siapa yang meng-upload video yang berketerangan “UNTUK KALANGAN SENDIRI: TIBERIAS” tersebut ke Youtube, yang dengan demikian, video itu menjadi konsumsi PUBLIK, tetapi saya bersyukur karena bisa ikut “menikmati” video tersebut dan kemudian membuat tulisan ini

Saya tuliskan dulu transkrip ‘dialog’ di video itu. Ada beberapa kata yang tidak saya tulis secara tepat, karena suara yang tidak terdengar dengan jelas, atau terlalu riuh, atau tidak perlu ditranskrip karena hanya pengulangan kata-kata saja. Jika hendak lebih jelas, silakan mendengar sendiri video di Youtube di atas.

##########
Judul video:
ACARA BABTISAN SELAM
HOTEL GADING PERMAI
Jl. Pegangsaan II/10, Kelapa Gading, Jakarta Utara
JUMAT, 25 JANUARI 2013
PELEPASAN DARI SETAN-SETAN DAN ROH JAHAT

Transkrip dialog:
[temen kamu ada berapa di sini?]
sudah pergi
[sudah pergi!]
[berapa orang kamu bawa ke sini?]
puluhan juta
[berapa orang yang mengikut .. (sensor)… ]
(tertulis di screen video itu: “YANG DIMAKSUD ADALAH PENDETA YANG DAHULU DILARANG P. KUDUS DAN M.URAPAN DI TIBERIAS, PENDETA YANG CARI SETAN DAN NYI RORO KIDUL” –> jelas yang dimaksud adalah Pendeta Joshua Tumakaka; terlihat dari MIMIK orang yang ‘kerasukan’ itu.)

masih banyak sekali, temui mereka di Bekasi. Banyak sekali mereka yang mengikut di sana.
[di sini ada nggak?]
di sini tinggal sedikit
tinggal sedikit di sini, karena orang Bekasi tidak banyak tahu tentang … (–sensor– tampaknya yang dimaksud adalah Joshua Tumakaka)
termasuk diriku (orang-orang tertawa riuh)
[kamu ajak joget Pak Ari]
dia tidak seleraku, seleraku hanyalah Pak Romy (orang-orang tertawa riuh)
[ini..ini..] (seorang aktivis menunjuk aktivis yang lain)
enggak …
[kalau mau sama Romy nari dulu, ayo cepetan]
(menari)
[menari apa itu?]
ular
[sama Romy ..]
[sambil nyanyi dong…]
saya tidak bisa nyanyi (kemudian tertawa)

[pegang tangan Pak Romy pegang …] [cium tangan .. cium tangan …]
[katanya kamu cinta saya, coba cium tangan saya, buktiin ]
tanganmu banyak apinya
melebihi dari ..
[api cinta atau apa ini?]
api cintaku padanya ….
[kamu boleh pergi tapi sekarang kamu pegang Romy dulu, kalau perlu cium]
[pak Romy khan baik]
saya tidak berani pegang dia
sekarang tangan bapak Pariadji
tangan bapak ada api tuh …
[pegang Romy sekarang..] nggak
saya tidak bisa
bapak tidak bisa memegang saya
saya Nyi Rara Kidul
[mana tempatmu]
saya di pantai selatan
saya maunya diantarkan oleh Pak Romy
[ayo..bareng-bareng jalannya .. kamu jalan di sebelah saya, jalan sebelah saya, lihat ke depan, lihat ke depan]
dia ambil janin yang ada di tubuh ini
demi kamu sayang … (orang-orang riuh tertawa)
aaaa.. tidak mau, aku tidak mau, aku tidak mau
[sekarang diem, sekarang diem, lihat saya, senyum lagi]
[jangan mundur,jangan mundur, di sini saja, tenang, ya, coba senyum lagi, ya…]
aku pemakan janin
[berapa janin?]
puluhan ribu
janin yang ada di tubuh ini saya makan
… untuk apa saya didoakan, saya sudah mengambil janin yang ada di tubuh ini

[suaminya]
siapa dia?
kasihku hanya untuk dia (sambil menunjuk Romy)
(orang-orang riuh) menangis ..
….
[kau tidak punya hak atas ..]
(diperciki minyak urapan)
… [nggak boleh marah-marah…]
ini hamil 3 bulan keguguran, janinnya dimakan
[anakmu jadi apa?]
jadi darah yang sangat besar, darah yang sangat manis
[siapa yang …]

(di screen ada tulisan: “YANG DIMAKSUD ADALAH PENDETA YANG DAHULU DILARANG P.KUDUS DAN M.URAPAN DI TIBERIAS, PENDETA YANG CARI SETAN & NYI RORO KIDUL)

[pendeta itu ..]
saya …, sudah menikmati tubuhnya,
saya dijanjikan untuk .. selalu menikahi …
[menikahi siapa?]
menikahi engkau Romy
[siapa yang suruh?]
— sensor — yang dimaksud adalah Joshua Tumakaka
[jadi saya diincer oleh siapa?]
–sensor–
[untuk apa]
menghancurkan dia dan dia
[tapi nggak bisa khan]
banyak api disekitarnya
[iya nggak bisa]
[tapi kamu bergandengan tangan sama saya nggak berani, katanya kamu cinta aku
sekarang saya minta kamu, kamu tinggalin dia, OK…, kamu pulang ke rumahmu]
yang punya rumah ini adalah …
pernah terkutuk oleh keturunan tiga .. empat
[pulang, pulang ke pantai selatan…] …
dia milikku
mereka semua milikku
[tidak mereka milik Tuhan Yesus semua]
[sekarang kalau misalnya milikmu, salaman sama Romy, berani nggak?]
(salaman) ….
[kalau kamu mau pegang tangannya]
[perjamuan.. perjamuan..]
(ditenggelamkan)

[buka matanya ..]
(berteriak:) dalam nama Yesus.. dalam nama Yesus…. (orang-orang menyanyi lagu “Dalam Nama Yesus”)
(berteriak:) keluar.. keluar ….
(dipegang rambut/kepalanya oleh Pak Pariadji, setelah diperciki minyak urapan)
… (orang-orang menyanyi lagu “Dalam Nama Yesus”)
lepaskan saya dari …
keluarga saya sudah dikutuk Pak …
(diberi anggur, perjamuan kudus) [namanya siapa?]
[ya sudah sekarang kamu dibabtis ya..]
(Pak Pariadji berdoa:) ditahirkan, kandungan sempurna
kami tolak setan roh jahat keguguran kami tolak agar disempurnakan kembali ….subur
dan kandungan disuburkan, untuk diganti setan yang baru … (menit ke 14:32)
seperti Adam … (setan?) yang baru agar sempurna sebagai warga surga … urapi…

[buka mulutnya, minum..minum..] (Pak Pariadji kembali memegang kepalanya dan berdoa lagi)
[namanya siapa?] {Ariesta ..}
dalam nama Tuhan Yesus.. dimeteraikan menjadi warga sorga …
kami tolak setan setan roh jahat Kau lepaskan…
agar lepas setan roh jahat
dilepaskan yaitu malaikat jaga melindungi dari setan
malaikat menjaga melindungi
yaitu tidak ada setan Nyi Roro Kidul dihancurkan
agar jadi warga surga, warga surga yang penuh kuasa
warga surga punya malaikat, warga surga bersama suaminya penuh kasih, saling …., saling mengasihi
yaitu agar malaikat jaga melindungi, malaikat jaga melindungi
tidak sakit tidak miskin, malaikat jaga melindungi untuk bersama di surga punya rumah ….,
hari ini dalam nama Tuhan Yesus, hari ini warga surga, sempurna
negatif dan setan … Nyi Roro Kidul kami patahkan .. kami patahkan dalam nama Tuhan Yesus
warga sorga yang diprogramkan punya dua anak, punya rumah di sorga , punya rumah …
warga surga…. Tenggelamkan (dibabtis)
##########

Dua hal saja yang patut dipertanyakan dari video tersebut:
Pertama, kesurupan Nyi Rara Kidul, tetapi berbahasa Indonesia dan sikapnya “manja” (kenes), disertai SENYUM-SENYUM. Sejak kapan Nyi Rara Kidul tidak berwibawa? Seperti saya sudah tuliskan di Note terdahulu di Ratu Kidul atau Ratu Ngibul?, Nyi Rara Kidul adalah ‘siluman’ level tinggi, tidak akan sembarangan ‘nyurupi’ orang, tidak akan sembarangan ‘bersikap’. Di dunia gaib, Nyi Rara Kidul punya wibawa yang tinggi, walau bukan yang tertinggi. Siluman kelas tinggi tidak akan bersikap ‘asal-asalan’, SENYUM-SENYUM, MANJA tanpa wibawa sama sekali.

Sekedar informasi saja (silakan jika pembaca mau, konfirmasikan dengan orang yang mengerti tentang dunia gaib), siluman-siluman kelas rendah itu misalnya KUNTILANAK, di atasnya ada GENDRUWO, dan seterusnya. “Si Manis Jembatan Ancol”, itu contoh kuntilanak, siluman kelas rendah, yang konon suka menggoda laki-laki. Nyi Rara Kidul tidak demikian, bahkan ada mitos bahwa Nyi Rara Kidul adalah “pasangan” dari raja-raja Jawa (Mataram), sejak jaman Panembahan Senopati. Mitos ini diperkuat dengan jika diperhatikan pada waktu pelantikan raja Mataram (Jogjakarta), di dalam kereta kencana (dulu pakai Kereta Kanjeng Nyi Jimat, kini pakai Kereta Kyai Garudayaksa) hanya tampak berisi satu orang saja yaitu Sri Sultan tanpa didampingi Sang Permaisuri. Konon, Nyi Rara Kidul ikut di kereta kencana itu mendampingi Sri Sultan, tetapi tidak terlihat oleh mata orang awam. Nyi Rara Kidul juga bukan pembunuh bayi-bayi dalam kandungan untuk dihisap darahnya, dia bukan VAMPIRE.

Saya pikir GTI terlalu berani menampilkan “Nyi Rara Kidul” di hadapan publik (melalui upload video ke Youtube), seakan-akan publik begitu saja mudah ‘diperdaya’ untuk mempercayai “sandiwara” itu. Atau memang pemahaman orang-orang GTI terhadap Nyi Rara Kidul berbeda dengan pemahaman banyak orang (khususnya orang Jawa) mengenai “Kanjeng Ratu”, dan mencoba menawarkan imajinasinya bahwa Nyi Rara Kidul seperti itu? GTI tidak akan berhasil “memprovokasi” orang-orang yang menyaksikan video itu untuk ikut percaya bahwa Ariesta (dan juga dulu Eunike Stella), adalah benar-benar kerasukan Nyi Rara Kidul.

Masa Nyi Rara Kidul JATUH CINTA pada “Pak Romy”, yang aktivis GTI? Jika benar, justru menjadi tanda tanya, mengapa aktivis GTI dijatuhcintai oleh Nyi Rara Kidul? Tidak tahukah Nyi Rara Kidul bahwa para aktivis GTI adalah “milik” Tuhan Yesus, Nyi Rara Kidul sudah TERLALU BERANI, dan TAK TAHU MALU, karena sudah pasti “cinta”-nya akan DITOLAK oleh pengikut Tuhan Yesus? Atau semua itu memang hanya SANDIWARA dengan SKENARIO yang kurang matang, karena KEJAR TAYANG?

Di buku “TAKHTA UNTUK RAKYAT CELAH-CELAH KEHIDUPAN SULTAN HAMENGKU BUWONO IX“, ada ditulis jawaban Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat beliau ditanya tentang Nyi Rara Kidul, “Sebagai Raja di Jawa dianggap ‘suami’ Nyai Rara Kidul, bagaimana pendapat Bapak tentang hal itu?” Jawaban Sri Sultan HB IX, “Saya menyebutkan Eyang Rara Kidul saja. Dan saya pernah mendapatkan kesempatan “melihatnya” setelah menjalani ketentuan yang berlaku, seperti berpuasa selama beberapa hari dan sebagainya. Pada waktu bulan naik, Eyang Rara Kidul akan tampak sebagai gadis yang amat cantik, sebaliknya apabila bulan menurun, ia tampil sebagai wanita yang makin tua.” (hal. 107)

Silakan pembaca membandingkan pemahaman orang-orang GTI tentang Nyi Rara Kidul dengan pengakuan Sri Sultan HB IX tersebut. Saya pikir hanya Nyi Rara NGIBUL yang mau jatuh cinta pada “Pak Romy” dari GTI itu. Jika “Pak Romy” itu pendeta/aktivis GTI, sangat aneh jika Nyi Rara Kidul “jatuh cinta” pada pendeta/aktivis yang sudah “penuh” dengan MINYAK URAPAN dan ANGGUR PERJAMUAN KUDUS yang dibangga-banggakan itu. Tetapi jika orang-orang GTI percaya pada pengakuan Ariesta yang “kesurupan” itu, ya SILAKAN saja. Tidak ada yang bisa mengubah kepercayaan orang lain, hanya saja, jika mau percaya, sebaiknya jangan ASAL PERCAYA SAJA, apalagi percaya pada orang yang sedang KESURUPAN. Masa orang kesurupan dijadikan “standar kebenaran”?

Jika pembaca juga ingin membandingkan dengan ‘suasana’ kesurupan yang lain, silakan lihat video yang saya upload ke Youtube di link berikut: http://www.youtube.com/watch?v=3ehFLz2-Rgw Video itu saya ambil dari sebuah pertunjukan reog di sebuah desa, dan saya kenal dengan hampir semua pemain reog itu. Jika tidak sedang kesurupan, mereka (para pemain itu) biasa saja, hidup normal seperti kebanyakan orang lainnya, dan dalam pertunjukan reog, mereka memang sengaja dibuat kesurupan agar lebih menarik perhatian penonton. Setelah dirasa cukup, para pemain yang kesurupan itu akan “disembuhkan”, oleh ‘petugas’ dengan cara khusus, BUKAN dengan MINYAK URAPAN . “Roh” yang membuat kesurupan para pemain reog itu tidak perlu diajak berdialog/diwawancarai. Mereka ‘disurupi’ oleh roh-roh ‘kelas rendah’ yang memang suka “tampil” mencari perhatian manusia.

Kedua, secara LUAR BIASA, Pak Pariadji menyebutkan dalam doanya, “… UNTUK DIGANTI SETAN YANG BARU“. Bagus bagi saya, karena pernyataan dalam doa yang diucapkan oleh Pak Pariadji itu bisa menjadi point penting bahwa Pak Pariadji patut dipertimbangkan untuk “tidak diikuti ajarannya”. Mungkin ada yang membela Pak Pariadji, bahwa itu hanya “keseleo lidah” saja, atau maksud hatinya tidak demikian, tetapi karena mungkin sudah tua, bisa salah bicara. Masalahnya, mengapa Tuhan mengijinkan Pak Pariadji keseleo lidah di acara yang sedemikian penting? Atau mungkin Tuhan Yang Maha Kuasa sedang memberi kesempatan kepada orang banyak untuk bertanya-tanya, “Pendeta macam apa ini?”

UNTUNGNYA, ketika ada kata-kata “Joshua Tumakaka” di video itu, suara DISAMARKAN, tetapi pengunggah video itu LUPA mengedit/menyamarkan kata-kata “indah” Pak Pariadji “UNTUK DIGANTI SETAN YANG BARU”. Ibarat peribahasa “sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya terjatuh juga”. Video itu membuka peluang timbulnya pertanyaan-pertanyaan dan perenungan-perenungan, bagi YANG MAU BERPIKIR. Tuhan YANG BENAR memang BAIK.

Sebenarnya, “kegagalan” Pak Pariadji juga dapat dilihat ketika MENDUKUNG FOKE jadi Gubernur DKI. Ajakan Tiberias melalui SPANDUK di Kelapa Gading agar masyarakat mendukung FOKE, ternyata TIDAK DIRESTUI oleh Tuhan, sehingga yang terpilih jadi Gubernur DKI adalah Pak Jokowi (lihat foto berikut ini: http://sphotos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/531112_10200743556530082_1824219037_n.jpg). Apa “pembelaan” Pak Pariadji dan jemaat GTI ketika doa dan harapannya agar Foke jadi Gubernur ternyata kandas? Ah.., mereka bisa berkilah, doa kami sudah dijawab Tuhan, dengan jawaban “TIDAK”, bukankah “TIDAK” juga jawaban doa? Silakan berkilah terus, tapi bagi yang cermat “membaca tanda-tanda jaman” sudah sejak dulu tidak akan mendukung Foke untuk kembali jadi Gubernur DKI. Entah demi kepentingan apa, sampai -sampainya GTI berani terang-terangan mendukung Foke yang teryata kemudian kalah itu. Doa pak Pariadji dan jemaat GTI pendukung Foke, ternyata TIDAK MANJUR.

Harapan saya, sebagai orang yang percaya pada Tuhan Yeshua, semoga makin banyak jemaat GTI yang mau BERPIKIR (ingat, “Kasihilah YHWH, Elohimmu, dengan segenap HATImu dan dengan segenap JIWAmu dan dengan segenap KEKUATANmu dan dengan segenap AKALBUDImu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” — Lukas 10:27, edited), dan kemudian SADAR, bahwa ada yang “tidak beres” di GTI, dan mereka tidak hanya seperti “kerbau dicocok hidungnya” ketika mendengar pengajaran-pengajaran di GTI. Tapi silakan saja jika jemaat GTI mau meng-amin-kan doa Pendeta Pariadji (yang MENGAKU jadi MARTIR dan MENGAKU sudah berulang kali ke surga itu), yang menyebutkan “UNTUK DIGANTI SETAN YANG BARU“. Saya tidak ikut-ikut …

Masih akan adakah video Babtisan dengan kesurupan Nyi Rara Kidul Episode ke-3?
Jika masih ada, sungguh TERLALU …!!!

previous related notes:
Doa ANEH dari Gereja Tiberias Indonesia (GTI)
Ratu Kidul atau Ratu Ngibul?

Salatiga, 1 Maret 2013
RT Wijayantodipuro

15 responses to this post.

  1. Posted by vera1311 on 2013/03/04 at 4:16 pm

    Saya pernah beribadah di GTI ( tapi bukan jemaat tetap ) , juga pernah beribadah di gerejanya Pastor JT ( hanya 1x , tapi sekali lagi ..saya bukan jemaat tetap )

    Polemik ini terus berlangsung antara kubu GTI yg sangat gencar sekali menaya gkan video kesurupan ( episode 1 & 2 ) juga kesaksian salah satu jemaat GTI yang konon kabarnya pernah sangat dekat dgn Pastor JT dan pernah diajak liburan ke bali ..dan ntah benar atau tidak , ketika diajak naik perahu ke tengah laut …hampir tenggelam . Lalu si jemaat yg bernama Mario ini berani sekali meng – klaim dirinya saat itu akan di korbankan oleh Pastor JT kepada Nyi Roro Kidul ( saya bingung , apa benar Nyi Roro Kidul juga berada di pantai tersebut ? Nga di jelasin juga di pantai mana di bali , kapan tepat’nya kejadian tersebut terjadi …)

    Saya sendiri bingung dengan serangan membabi buta dari GTI kepada Pastor JT yang notabene adalah Pendeta yang tadinya sangat amat dekat dengan Bapak Pendeta Pariadji. Bukan itu saja , Pastor JT ini juga bukan orang sembarangan . Latar belakang pendidikannya juga sangat bagus .. Dan saya berkali kali mendengar beliau berkotbah di GTI ( termasuk pendeta favorit ) dengan kotbah2 yang sangat bagus , nembangun iman , dgn tata bahasa yang sangat berpendidikan . Jauuuuuuuhhhhhh sekali dari image ‘klenik’ seperti yang selalu di dengung2 kan oleh GTI akhir2 ini .

    “Pembunuhan Karakter” yang dilakukan oleh GTI terhadap mantan pendeta’nya..bukan cuma terjadi sekali ini saja . Terlepas dari benar tidaknya “issue” di seputar eks pendeta yang keluar dari GTI …ternyata pendeta2 itu mampu terus berkarir di luar GTI dengan baik .
    Artinya , mereka tetap bisa eksis menyebarkan firman di tempat lain , meskipun sdh tdk bergabung lagi dgn GTI .

    Dari semua “pembunuhan karakter” yang pernah saya dengarkan , tentunya kasus Pasto JT yang paling tidak bisa diterima akal sehat . Bagaimana mungkin , seorang Pendeta yang berkotbah ttg Juruselamat kita Jesus Kristus …adalah penyembah Nyi Roro Kidul ? Dan bagaimana bisa , GTI yang selalu meng klaim diri sbg gereja yang paling diberkati , penuh kuasa mukjijat …bisa tidak tau kalo sekian lama ternyata ada Pendeta’nya yang bersekutu dengan Nyi Roro Kidul . Bagaimana bisa mereka yg tiap saat bersekutu dgn Tuhan , diberkati dgn perjamuan kudus ( roti dan anggur ) juga minyak urapan …bisa kecolongan roh Nyi Roro yg tdk sejalan dengan firman Tuhan ??

    Bukankah perjamuan kudus itu sungguh amat suci dan kudus sehingga Roh Setan pasti tidak tahan ‘ dengan kuasanya ?? Ada apa dibalik semua propaganda “kesurupan” ini ??? Kenapa sekarang GTI jadi lebih fokus menayangkan video ‘kesurupan’ di ibadahnya ..?? Bukankah seharusnya tugas gereja untuk membangun iman jemaatnya , bukan malah membingungkan ??

    Saya sendiri adalah jemaat sebuah gereja yg berfokus pada pengajaran dan pertumbuhan iman yg benar dan alkitabiah . Namun ada beberapa saudara saya yang menjadi jemaat di GTI bahkan sahabat saya adalah pekerja disana .

    Saya sangat sedih dengan persoalan yang ada di 2 kubu ini . Dan rasanya ini sangat memalukan bagi umat Kristen . Seperti perkataan rasul Paulus pada :

    1 Korintus 6 : (7) “Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? (8) Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu. “

    Reply

  2. Posted by ronald on 2013/03/13 at 3:21 pm

    tidak ada istilah perjamuan kudus,krn perjamuan tdk menguduskan,yg tepat adlh perjamuan Tuhan,penayangan video kesurupan tsb adlh sbg upaya indoktrinasi umat spy membenci pendeta JT,hal sangat lumrah dibisnis sekuler

    Reply

  3. fenomena itu menyangkut soal masalah perut, bisnis gereja memang menggiurkan bagi yang bisa memanfaatkannya

    Reply

  4. Posted by Passer By on 2013/05/22 at 12:53 pm

    Saya disini tidak membela GTI sama sekali, justru GTI harus intropeksi diri, seseorang yang jatuh (misalkan JT spt yang GTI gembar-gemborkan) itu harus di doakan, bkn disebar2an kejatuhannya dengan alibi “kasihan dengan jemaat yang ikut JT” wkwkwkwkwwk alibi ditolak!!!

    Doakan! Berapa banyak pendeta di GTI? Berkumpul bersama, berdoa bersama!! Bknnya malah ngobrol sama roh jahat ==”

    Oh, mengenai kata2 terakhir Pak Pariadji “diganti setan yang baru”… saya rasa beliau tidak berkata itu melainkan “diganti ciptaan yang baru” hanya saja logatnya jadi terdengar “cipteun” dan dicuapkan cepat jadi seperti terdengar “setan”. Yah, ini cuma pendapat pribadi saya aja.

    GTI GTI, doakan lah JT kalo menurut kalian dia itu salah, bknnya dengan pembunuhan karakter dengan alasan “kasihan jemaat yang ikut dia”.
    Kasihanilah jemaat di GTI yang terpancing jadi turut membenci JT dan mengeluarkan cacian, makian terhadap JT.
    Sadarkah kalian dengan pemberitaan yang terus menerus seperti ini justru membuat jemaat2 di GTI jadi sasaran empuk setan? Mereka membenci, mereka menghina, mengeluarkan perkataan kotor dan jahat mengenai seseorang, mereka dengan mudahnya menghakimi setiap orang yang berusaha berpikir lebih kritis.

    Tuhan sudah mau datang, anak2Nya malah saling berperang *tepokjidat*

    Reply

  5. Posted by ahin on 2013/06/01 at 3:13 pm

    kamu dbayar brp ama pdt josua untuk bt naskah ini?

    Reply

    • @ahin;
      kamu dbayar brp ama pdt josua untuk bt naskah ini?

      hehehe.. sy warga Gereja Kristen Jawa Salatiga, sampai sekarang belum kenal dengan Pdt. Joshua Tumakaka.
      Saya menulis itu tidak (dan tidak karena) dibayar oleh siapapun, itu ide saya sendiri setelah saya melihat video di youtube.

      Reply

    • Posted by joni adrianoni on 2013/08/13 at 12:14 am

      Saya bukan pengikut kedua duanya. Saya pengikut Yesus. Sebenarnya kedua pihak itu saling menyerang atau satu pihak terlalu agresif??? Bagi orang Jawa sebenarnya video itu merupakan pelecehan terhadap kebudayaan Jawa. Keyakinan terhadap Ratu Kidul tidak sebagaimana apa yg digambarkan dalam video tersebut. Kalo orang yang faham Alkitab kan tidak mungkin percaya dengan perkataan orang kesurupan. Eh…. malahan kotbah di kolam baptisan. Di kolam baptisan pada sibuk dengan manifestasi roh jahat. Tak tahukah bahwa iblis itu merasuk dalam pikiran mereka. Jangan pikir bahwa iblis gak bisa masuk dalam pikiran pendeta???? Terlalu….

      Reply

  6. Posted by jokopurwanto,S.Th on 2013/07/09 at 8:48 pm

    memprihatinkan….gereja yg cukup terkenal di Indonesia kok percaya dgn jemaat yg mengaku kesurupan dan bahkan mengeluarkan Pdt. Josua Tumakaka, memburukkan nama org (Fitnah lebih kejam dr pembunuhan)jika ternyata pak Pdt. Josua Tumakaka tidak terbukti) aku sejak kecil di GSJA. Jadi aku gak kenal pak pariadji maupun pak Josua.Dulu Pak Pariadji pernah KKR di Intheos Solo, setelah selesai ibadah pengerjanya menjual minyak urapan kepadaku seharga Rp. 10 rb dan aku tidak beli. Masak minyak urapan diperjual belikan) yg bener aja.

    Reply

  7. Posted by christian on 2013/07/19 at 3:52 pm

    Make it simple aja ya. Hukum utama dan terutama adalah kasih. Dan apa yg di lakukan di Tiberias? Setau saya, isi khotbah banyak tentang mengutuki, menyumpah agar celaka, sakit, dll. Bukan mengasihi. Dari buah nya kita bisa tau orang itu

    Pinter sedikit lah. Kalian di ajar untuk selalu menguji roh kan? Sudah tamat baca alkitab Kejadian – Wahyu? Kalo belum, baca dulu biar ngerti. Saya bukan Kristen yg taat. Hanya sebatas KTP. Seorang mantan atheis yg mulai menjurus ke Agnostik. Tapi saya tau bagaimana membedakan mana hamba Tuhan dan bukan

    Kalian yg dari kata2 terlihat sangat rohani, masa kalah dg saya yg sangat tidak rohani. Logika dan iman masbro. Jangan hanya iman yg membabi buta.

    Terakhir.. Saat pendeta percaya bahkan mempublikasi ucapan setan (Nyi roro kidul), saat itulah dia sudah tidak layak jadi hamba Tuhan dan harus dikalungkan batu kilangan di lehernya, dan ditenggelamkan di laut (ini ada di Alkitab)

    Reply

  8. silakan baca juga tulisan berikut ini:

    –> http://tiberiaspariadji.blogspot.com/

    Reply

  9. Posted by surya nata on 2013/08/09 at 9:37 pm

    kasuruan kaya kuda lumping……… memprihatinkan Gereja disitu, pdt cuman manusia biasa. banyak2 berdoa dan bersekutu aja SamaRoh Kudus biar di tuntun ke jalan yang benar.

    Reply

  10. Posted by sarah on 2013/08/23 at 4:37 pm

    mau komen juga ah,,

    saya suka ibadah gti, my mom juga disembuhkan disitu, namun bukan berarti kami mengagung2kan pdt pariaji , kebetulan kami tidak beribadah tetap disitu.sempat juga menjadi salah satu pengerja disana. yup, saya merasa ada “perbedaan” dalam tim. sampe akhirnya saya mengundurkan diri.

    terkadang memang orang2 suka salah and terlalu berlebihan sehingga menjadi “mengagung-agungkan” pendeta tsb.

    mengenai kesurupan dll,,

    mama saya s2 theologia dari suatu sekolah theologia (yang pasti bukan dari tiberias). dia melayani bersama temen2 dr salah satu gbi di surabaya. terkadang saya ikut dengan mereka. dan iblis yang merasuki tubuh seseorang ga seperti itu. dan seharusnya sbg seorang pendeta ga boleh main2, namun di video tersebut terlihat sekali diajak bercanda. agak aneh menurut saya. dan seharusnya para pendeta berdoa agar tidak terjadinya manifestasi kepada org2 yang ada disitu. jika benar itu nyo roro kidul. seharusnya terjadi manifestasi yang besar. and seharusnya ketika orang2 ketawa , orang

    saya agak kecewa dgn tiberias yg sekarang.

    Reply

  11. Posted by sarah on 2013/08/23 at 4:41 pm

    ada yang kurang hihihhii

    seharusnya terjadi manifestasi yang besar. and seharusnya ketika orang2 ketawa , biasanya itu menjadi “gangguan buat iblis” tapi disini nyante aja,

    orang yang kesitu and bener2 fokus mau beribadah jadinya ilfil knp greja besar seperti GTI jadi jelek2in orang lain.jika pdt jt seperti itu ya itu kan istilahnya urusan jt sama Tuhan. kita tidak boleh menghakimi. jika maksud video itu agar jemaat berhati-hati,. hmm anak Tuhan kan ga bodoh, mereka tau kok harus bagaimana. kan Tuhan menjaga kita.

    smoga maksud tulisan ku ga disalah artikan ya, aku ga menjelekkan siapapun

    Reply

  12. Posted by sarah on 2013/08/26 at 3:34 pm

    mau nambahin lagiiii hahaha

    dulu pernah saya ibadah di salah satu cabang greja tibe,,

    temen saya kakinya sakit, sehingga saya ke depan membawakan perjamuan kudus n minyak urapan temen saya yg lumayan banyak, karna saya orangnya berpostur tinggi, pariadji melihat saya. dia menunjuk saya dan bilang “jangan ngambil banyak. bisa gila kamu. orang yang mengambil banyak minyak dan perjamuan kudus bisa gila” saya langsung bedoa dalam hati dan menolak perkataan pariaji.

    semenjak itu saya ga begitu respect dengan pariaji, banyak kok pendeta tiberias yang bagus, tapi saya mulai ga respect sama pariaji. tidak pantas ia menyumpahi seseorang seperti itu.mempermalukan saya di jemaat lain yang ikutan maju ke depan.

    saya masih beribadah disana. namun saya memilih pendeta yang khotbahnya masih sesuai dengan apa yang Tuhan ajarkan.

    iman saya semakin bertumbuh di tiberias. dulu Tiberias tidak seperti ini. nyaman dan menyatu.. sejak adanya tim2 gitu membuat semakin jauh antara jemaat dan pengerja, bahkan diantara jemaat itu sendiri terlihat perbedaan..

    btw, maaf ya jadi curhat ahahah

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: