Archive for the ‘Anak-anak’ Category

Ke Telomoyo bersama Icha

Hari ini, aku memenuhi janjiku mengajak Icha ke Gunung Telomoyo.  Karena naik motor (Shogun 110, tahun 2003, dengan angka ordometer 9000-an km), dari rumah sudah aku pesan supaya tidak tidur di jalan, tapi aku juga siapkan tali tas, kalau-kalau di tertidur, maka badannya akan aku ikat ke badanku.  Ternyata pergi-pulang Icha tidak tidur, walau sejak berangkat hingga sampai rumah, kira-kira hampir 4 jam (karena banyak berhenti dan lihat-lihat pemandangan, termasuk berhenti beberapa saat di Salib Putih, melihat excavator, buldozer, dump truck bekerja membuat jalan lingkar Salatiga.

Seperti yang sudah aku duga, karena ini hari Minggu, ternyata memang banyak anak muda yang naik ke Telomoyo untuk pacaran.   Tetapi ternyata, setelah sampai di atas, ada juga beberapa keluarga yang mengajak anak kecilnya ke Telomoyo.

Continue reading

Lomba makan APEL

Biasanya dalam rangka perayaan hari kemerdekaan RI (17-an), ada berbagai lomba, misalnya yang populer adalah panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, dan lain-lain.

Kali ini aku kebetulan melihat lomba makan apel yang ditaruh di wadah berisi air…
Continue reading

Devi kena “Super Max”

Hari ini, sebuah pengalaman berharga aku dapatkan, ketika aku sibuk menulis formulir isian, aku ambil kartu NPWP untuk melihat nomornya, anakku Devi ikut ambil sebuah wadah kecil yang didalamnya ada pisau “silet” bermerek Super Max, yang sengaja aku simpan di dalam wadah, di dalam laci meja belajarku. Itu semua aku ketahui setelah Devi yang baru berumur 1 tahun lebih 3 bulan, merengek di samping kursiku “ugh ugh…., meminta perhatianku.

Continue reading

Hati-hati ‘nduk’…

cautionKemarin, waktu njemput anakku yang gendut, Icha, di tempat biasanya dia menunggu jemputan, di area bermain anak-anak Satya Wacana Children Center, aku kaget melihat anakku main ayunan dengan sangat bersemangat. Aku nggak pernah mengajarinya main ayunan dengan begitu kencang, sempat aku berpikir, wah.. ini kalau sampai jatuh, bahaya… Aku langsung dekati…, segera menghentikan ayunan dan mengajaknya pulang jalan kaki. he he… hemat BBM, harga bensin barusan naik… sekarang perlu Rp 150.000 setiap kali isi bensin…

Eh.., tadi dia pulang dijemput yang momong, waktu sore hari aku pulang, bertanya padanya, “Tadi mainan ayunan lagi Cha?” “Iya, lebih kencang…” jawab Icha. Ya wis… asal senang dan nggak jatuh saja…aku cuma bisa berdoa dalam hati…