Archive for September, 2007

Mengapa keras-keras?

Tadi malam saya ke posnet UKSW, untuk ‘ngerjain’ http://www.salatiga.biz bersama STR. Beberapa kali saya ke posnet, baru tadi malam menyadari betapa keras musik yang diputar di posnet UKSW. Dan celakanya sayangnya itu bukan musik yang saya sukai.

Saya mengerti, bahwa musik itu diputar untuk menghibur, dan bukannya dimaksudkan untuk mengganggu. Tetapi bukankah maksud baik saja belum cukup untuk menghasilkan tindakan kebaikan? Maksud baik perlu disampaikan pada saat yang tepat, pada tempat yang tepat, pada situasi yang tepat (orang Jawa sering menyebutnya ’empan papan’).

Continue reading

Advertisements

Saya bersyukur…

BERSYUKUR Untuk istri
yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin karena istriku dirumah malam ini,
dan tidak bersama orang lain …
 
BERSYUKUR untuk suami
yang duduk bermalasan di sofa sambil baca koran males-malesan karena doi bersama aku dirumah dan tidak keluyuran .. apalagi ke bar malam ini.
 
Bersyukur untuk anakku
yang selalu protes dirumah karena artinya … dia sedang dirumah dan tidak sedang keluyuran di jalanan
Continue reading

Mohon maaf atas kesalahan penulisan nama, gelar dan alamat

Tulisan itu sering dapat dibaca pada kartu undangan pernikahan. Saya tidak tahu sejak kapan dan siapa yang memiliki ide untuk mencantumkan tulisan seperti itu pada kartu undangan pernikahan. Yang jelas, kartu undangan waktu saya menikah, saya bebaskan dari tulisan seperti itu. 

Jika sampai pada undangan yang Anda kirim ada kesalahan penulisan nama, gelar dan alamat, ada tiga kemungkinan :

  1. Kesalahan ketik
  2. Anda kenal orangnya, namun tidak peduli dengan nama, gelar dan alamatnya
  3. Anda mengundang orang yang sebenarnya tidak Anda kenal dengan baik

Continue reading

Ketika Dia Bukan Untukmu

Bagaimana perasaanmu jika seseorang yang direncanakan akan menjadi pendamping hidupmu ternyata menikah dengan sahabatmu sendiri? Mungkin hatimu nelangsa. Ada sejumput kecewa berkecambah. Andai dulu aku menerima dia apa adanya, pasti aku yang bersanding dengannya, begitu bisik hatimu.
 
Kini, kau melihat dia bersanding dengan teman baikmu. Kau harus rela; ikhlas. Mungkin dia memang lebih baik bersanding dengan sahabatmu. Karena kecewa telah berbunga, kau tak datang ke pesta pernikahannya. Padahal, hukum datang ke undangan pernikahan itu wajib. Di sana ada berkah dan doa, meskipun yang sering kita lihat hanya pamer kemewahan dan kemeriahan.

Continue reading

Bagaimana cara anda membesarkan anak?

Apakah Anda termasuk kelompok yang baru menyadari bahwa ada yang salah dengan “cara” Anda membesarkan Ananda tercinta ?

Apakah Anda membesarkan Ananda dengan intimidasi psikis, ejekan, amarah ? Atau juga disertai oleh pukulan ?

Tahukah Anda bahwa cara tersebut dapat menimbulkan “luka emosi” yang teramat dalam dan dikemudian hari berpotensi menimbulkan hambatan psikis (mental block) dalam diri Ananda tercinta ?

Bila Ya, hentikan “kebiasaan buruk” tersebut, sekarang !

Continue reading

Hati-hati menggunakan sumpit sekali pakai!

Ini adalah kenyataan, jika suatu saat anda mempunyai kesempatan,cobalah untuk merendam sumpit sekali pakai sekitar 3 – 5 menit di air panas.
Dan anda akan melihat deterjen pemutih larut di air panas dari Sumpit sekali pakai. Jika anda dapat menyiapkan sumpit sendiri dari rumah, ini tidak saja ramah lingkungan (kayu) tapi juga untuk kebaikan anda sendiri.
Dalam suatu kampanye kesehatan di An Ning, Profesor Chew mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan sumpit sekali pakai, mengingat sebagian besar sumpit sekali pakai dibuat dan diimpor dari China. Sebelum diproduksi, bahan dasarnya (kayu) telah tumbuh bersama kuman yang mengubah warna bahan / kayu (akibat jamur). Pada proses awalnya, bahan diberi cairan kimia untuk mengawetkannya. Setelah itu dicuci dengan pemutih (yang dipercaya pastinya ribuan kali di atas standar). Dan apa yang terjadi?
Bahan-bahan kimia ini dapat menyebabkan kanker, karsinogen. Profesor Chew tidak lagi menggunakan sumpit sekali pakai sejak ia datang ke sebuah pabrik pembuatan sumpit sekali pakai saat 5 tahun yang lalu. Agar tidak lupa, ia membawa sumpit sendiri di tasnya yang bisa dipakai berulang-ulang.

(dari email)

Sakit Jantung dan Minum Air Hangat

Artikel ini sangat bagus.  Tidak hanya mengenai minum air hangat setelah makan, tapi juga tentang serangan jantung.  Ini masuk akal… orang Cina dan orang Jepang minum teh panas dengan makanan mereka.. bukan air dingin.. mungkin sudah waktunya kita mengadaptasi kebiasaan minum air hangat seperti mereka..
 
Untuk mereka yang suka minum air dingin, artikel ini cocok untuk anda.
 
Memang enak untuk minum secangkir minuman dingin setelah makan.  Tapi, air dingin akan mengeraskan makanan berminyak yang baru saja dimakan.  Dan memperlambat pencernaan makanan.  Ketika endapan ini bereaksi dengan asam lambung, endapan akan terpecah dan diserap oleh usus lebih cepat daripada makanan padat.  Ini akan memenuhi usus.  Sebentar saja, ini akan berubah menjadi lemak dan bisa mengakibatkan kanker.

Continue reading