Devi kena “Super Max”

Hari ini, sebuah pengalaman berharga aku dapatkan, ketika aku sibuk menulis formulir isian, aku ambil kartu NPWP untuk melihat nomornya, anakku Devi ikut ambil sebuah wadah kecil yang didalamnya ada pisau “silet” bermerek Super Max, yang sengaja aku simpan di dalam wadah, di dalam laci meja belajarku. Itu semua aku ketahui setelah Devi yang baru berumur 1 tahun lebih 3 bulan, merengek di samping kursiku “ugh ugh…., meminta perhatianku.


Aku lihat tangannya penuh “tinta” warna merah, spontan aku duga itu tinta printer yang tumpah, tapi aku sadar bahwa cadangan tinta printer tidak di laci meja, dan ternyata tangannya berdarah cukup banyak. Segera aku perhatikan, kulihat ada “silet” di lantai, aku periksa tangannya, ternyata jari telunjuknya terluka, dan terus mengeluarkan darah. Devi tidak menangis, tapi aku cukup ‘panik’ untuk mengatasinya. Pertama aku ambil tissue untuk membersihkan darah yang beelepotan di tangan dan berceceran di kursi.

Darah keluar terus, aku panggil Icha untuk membantu mencarikan Mbak Mi yang momong Devi, untuk ikut membantu. (aku dengar baru saja Icha menjatuhkan gelas minum dan pecah berantakan di lantai) Mbak Mi mengambil beberapa barang dari kotak PPPK di dinding dekat dapur, tidak ada obat merahnya, aku berlari mengambil kotak PPPK di bagasi mobil, kuambil obat merah, ternyata tidak membantu. Aku paksa tutup dengan Handsaplast-pun darah tidak mau berhenti keluar. Solusi akhir yang cepat adalah membawanya ke poliklinik. Setelah sampai di poliklinik, aku bilang sama petugas yang jaga, “darurat Mbak…, luka kena silet…..” Sebelum ditangani oleh perawat dan dokter aku tinggalkan poliklinik, karena harus menyerahkan sebuah formulir di kantor, setelahnya aku kembali lagi ke poliklinik, dan sekembalinya aku ke poliklinik, aku lihat jari telunjuk Devi sedang dijahit oleh perawat. Yah.. ternyata perlu dibius lokal dan dijahit gara-gara sebuah silet bekas yang aku simpan.

Aku hanya berharap Devi cepat sembuh, dan berharap kecelakaan semacam itu tidak terjadi lagi. Aku harus makin hati-hati terhadap barang-barang di rumah yang memungkinkan terjadinya kecelakaan.

One response to this post.

  1. […] sekalian membawa Devi untuk mengganti bungkus luka di jari telunjuk kanannya, yang pada hari Senin yang lalu terkena silet. Sampai poliklinik aku minta luka itu diperiksa, perlu dijahit apa tidak, ternyata perlu dijahit. […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: