Partai politik (dari) kamar kost

Tanggal 19 Agustus 2008 hingga pukul 24.00 yang lalu adalah batas terakhir pendaftaran calon anggota legislatif oleh partai politik peserta pemilu. Jam 5 sore aku datang ke kantor KPU Kota Salatiga untuk menyerahkan berkas pendaftaran caleg dari partai yang aku ikuti. Setelah menyerahkan berkas-berkas, dan menandatangani tanda terima, aku ngobrol dengan petugas KPU. Berikutnya temanku dari partai lain datang untuk mendaftarkan bacalegnya. Tampaknya ada banyak berkas yang masih harus dilengkapi. Aku tahu bahwa temanku dan teman-temannya di partainya “tergesa-gesa” mempersiapkan segala sesuatunya, karena baru sehari sebelumnya Surat Keputusan kepengurusan partainya diperoleh. (sangat berbeda dengan partai yang aku ikuti, dimana aku memiliki SK sebagai pengurus DPC, sejak bulan Februari 2008)

Sebagai teman (teman yang sudah lama aku kenal – juga sesama “pemain” di partai politik, aku berinisiatif membantu temanku ini dengan memberikan file-file yang aku gunakan untuk pendaftaran caleg, maksudku dia tinggal edit nama, dan semua berkas yang diperlukan sudah tidak perlu men-setting lagi. Aku ambil laptop ke rumah, dan aku bawa ke tempat temanku mempersiapkan administrasi pendaftaran calegnya.

Semula aku tidak merasa ada yang aneh ketika aku datang ke sebuah kamar kost yang sudah dipenuhi oleh beberapa teman lain (sebagian ternyata aku juga sudah pernah kenal). Sampai aku pulang, aku tidak menangkap sesuatu yang aneh. Namun sekarang baru aku menyadari bahwa ternyata partai politik peserta PEMILU, sebuah ajang bergengsi bagi sebuah keniscayaan sistem demokrasi perwakilan, dapat dipersiapkan dari sebuah kamar kost. Ya…, sebuah kamar kost.

Aku tidak hendak meremehkan sebuah kamar kost, sebab dari sana memang sangat mungkin lahir sesuatu yang luar biasa, yang mungkin dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat luas. Bill Gates memulai membangun bisnisnya dari sebuah garasi, toh sekarang perusahaannya mempengaruhi orang-orang di seluruh dunia.

Oh ya…, kemarin aku ditelpon saudaraku, menawarkan diri dapat menjadi mediator bagi orang/lembaga/organisasi yang sedang atau akan mengerjakan proyek yang butuh dana lebih dari 100.000.000.000 rupiah.., ya yang lebih dari seratus milyar rupiah, bukan kurang dari itu lho….
Nah…, kalau yang serius dapat menghubungiku via email, nanti bisa aku hubungkan dengan saudaraku. Tapi jangan coba-coba bypass jalur “mediasi” ini, kalau mau mem-bypass, boleh tapi pasti akan kena bunga yang tinggi, karena sampai “orang yang bersangkutan” pasti ditanya, “dari mana tahunya?”, nggak mungkin tahu “jalur ini” sendiri… karena hanya orang tertentu yang tahu jalur pinjaman lunak dalam jumlah besar ini. Ini serius…, mau pinjam lebih dari 100.000.000.000 rupiah? hubungi emailku di wit@salatiga.biz, nanti aku hubungkan dengan yang punya uang. Jangan tanya dari mana uangnya, yang jelas dari luar negeri…. masuk Indonesia via Singapura… wis gitu saja informasinya, kalau serius, aku hubungkan, atur pertemuan, jika kurang jelas, bisa ke Jakarta untuk penjelasan lebih lanjut. Nggak ada biaya ini itu, kecuali jika pinjaman sudah turun, ya kena manajemen fee sekian persen, sesuai dengan kesepakatan.

Ya.., sama sebuah partai politik yang di-setup dari kamar kost, sebuah proyek ratusan milyar bisa juga di-setup dari tulisan ringan via email….

One response to this post.

  1. Telat 2 tahun. (-..-‘)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: