Tamu dari galaksi lain. (?)

Tamu dari galaksi lain. (?)

===

Dalam perenunganku malam itu, aku merasa perlu keluar dari rumah.  Aku keluar menuju halaman, dan melihat ke langit.  Ada yang aneh di langit, tampak dua ‘lintang panjer wengi‘ yang saling berdekatan. Bukankah biasanya hanya ada satu ‘lintang panjer wengi‘?.  Segera aku masuk ke dalam rumah, sambil berpikir, “ada apa sebenarnya?”.

Ketika melewati ruang makan, di sana ada satu meja dengan enam kursi.  Aku kaget menyaksikan lima kursi dalam posisi agak jauh dari meja, dan satu kursi masih pada posisi biasanya. Biasanya kursi-kursi itu selalu dekat dengan meja, ketika tidak ada yang duduk di situ.  Dalam keherananku, aku bertanya dengan bersuara, “Punapa wonten tamu?” (Apakah ada tamu?). Diam tidak ada jawaban.

Akupun menyeret satu kursi yang masih dekat dengan meja, aku duduk di kursiku, menghadapi meja dengan lima kursi (yang tampak) kosong.  Sambil duduk, aku bertanya lagi dengan bersuara, “Punapa wonten tamu?“.  Hening, tidak ada jawaban.  Aku berpikir, mungkin bukan dengan cara ini aku bertanya, aku harus menggunakan rasa/batin untuk bertanya kepada “mereka”.  Dalam batinku, kuulangi lagi pertanyaan yang sama, kali ini bukan dengan mulut aku bertanya, “Punapa wonten tamu?”.  Dan aku mendapat jawaban-jawaban.

Aku mengerti, mereka datang berlima ke rumahku.  Mereka adalah mahkluk yang serupa dengan manusia, dari galaksi lain.  Mereka datang ke bumi untuk belajar sesuatu.  Mereka mahkluk-mahkluk yang cerdas, bukan mahkluk “jelek” seperti yang digambarkan di film-film tentang alien.  Ya, mereka bertamu di rumahku. Kami berbincang tentang beberapa hal.

Sebagai tuan rumah yang baik, aku tawarkan mereka minum.   Anda  mau minum apa, Kopi? Fanta? Sprite? Teh?.  Mereka tertawa mendengar tawaranku, mereka tidak tahu itu minuman apa.  Mereka meminta air murni dari bumi.  Aku menganggap, mereka meminta air bening.  Aku mengambil 6 gelas kosong untuk aku sendiri dan lima tamuku, aku isi gelas-gelas itu dengan air putih yang tersedia.

Aku persilakan mereka meminumnya.  Air itu tidak berkurang.

Kemudian aku minum air dari gelasku sendiri, sambil kulihat kelima gelas yang lain.  Ketika air dari gelasku sedikit berkurang, air di lima gelas di meja di hadapan tamu-tamuku juga berkurang.  Kuteguk lagi air dari gelasku, air di lima gelas juga makin berkurang,  kuhabiskan air di gelasku, air di lima gelas itu juga habis.

Setelah beberapa waktu berbincang, mereka mohon pamit.  Aku mengantar mereka keluar dari rumahku.  Kemudian kulihat ke langit, ‘lintang panjer wengi’ yang tadi kulihat ada dua, sekarang tinggal satu.  Entah mengapa aku menjadi ketakutan, dan segera berlari masuk rumah, menyusul istriku di kamar tidur.  Kuceritakan semua pada istriku.

===

Catatan:

1. *lintang panjer wengi = penampakan planet Mars yang seperti bintang  yang paling terang di antara bintang-bintang yang lain

2.  Aku di dalam cerita itu BUKAN saya, saya (penulis ‘note’ ini) hanya menceritakan ulang, dari apa yang dituturkan oleh seseorang.  Jika cerita di atas adalah FAKTA, mungkin kita perlu “mendefinisi ulang” tentang (khususnya) TUHAN,  sorga dan neraka, kitab suci dan agama.  Jika tidak mau “berpusing-pusing”, anggap saja tulisan diatas adalah FIKSI.

Salatiga, 10 September 2011,

RT Wijayantodipuro

One response to this post.

  1. pengalaman yang menarik

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: