Mengatasi rasa kuatir…

Aku tidak akan mengutip ayat-ayat suci,
cukup dengan mengingat yang pernah aku baca,
isinya begini:

Hanya ada dua hal yang kita kuatirkan.
Pertama, hal yang diluar kendali kita, misalnya kita kuatir sebuah gunung (akan) meletus di suatu waktu.
Kedua, hal yang ada dalam kendali kita, misalnya, kita kuatir tidak sempat makan karena amat sibuk dengan pekerjaan.

Mengkuatirkan hal-hal yang ada di luar kendali kita, adalah kesia-siaan,
karena memang kita tidak bisa apa-apa terhadapnya, kecuali hanya bisa pasrah dan berharap yang baik. Jadi, daripada melakukan kesia-siaan, maka TIDAK PERLU KUATIR atas hal-hal yang ada di luar kendali kita.

Mengkuatirkan hal-hal yang ada di dalam kendali kita, adalah ‘kurang kerjaan’
, karena daripada mengkuatirkan hal-hal tersebut, lebih baik melakukan sesuatu agar yang terjadi adalah yang baik, dan kalau memang hal itu di dalam kendali kita, upaya kita akan menentukan hasilnya. Jadi, daripada ‘kurang kerjaan’, maka TIDAK PERLU KUATIR atas hal-hal yang ada di dalam kendali kita.

Kesimpulannya:
TIDAK PERLU KUATIR. (titik tidak pakai koma)

2 responses to this post.

  1. Posted by Wiro djati on 2011/02/24 at 6:58 pm

    Yo.. Apek kuwi..

    Reply

  2. suka sekali ulasannya…kekhawatiran acapkali hanya ilusi individu yang takut bertindak, kalo dalam bahasa gaulnya: gak pede gituloh🙂

    salam..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: