Aku mencari arti “AGAMA”

Bermula dari ngobrol tentang pertemuan Kawruh Jiwa yang terpaksa tidak bisa saya hadiri, dan mengingat kembali diskusi dengan beberapa teman beberapa waktu yang lalu, agak lama saya googling untuk mencari tahu arti “gama”. Sekian lama saya memahami bahwa agama berasal dari kata a dan gama. Sekian banyak halaman website, memberi informasi bahwa GAMA artinya kacau, bergerak, berubah, dan semacamnya. Agama diartikan TIDAK kacau, karena “a” =tidak.

Benarkah itu? Benar, jika mengacu pada banyak sumber di internet. Tetapi apakah yang banyak memang selalu benar? Belum tentu.

Ternyata, harapanku menemukan arti lain dari “gama’, terjawab juga. Saya temukan tulisan yang menyebutkan bahwa gama berasal dari bahasa Jawa (kuno) artinya PERATURAN. Ber-gama, menjalankan gama, atau agama artinya “ber-peraturan”, atau “memiliki peraturan” atau “memenuhi peraturan”. Kata “a”disini bukan berarti TIDAK, melainkan sebuah “sandangan” yang berarti “memiliki”.

Apakah benar bahwa kata “a” bukan berarti “tidak”?

Ya.. ada sebuah lagu berbahasa Jawa yang ada kata “asukarena“-nya,berasal dari kata a + sukarena, artinya MEMILIKI KESUKAAN/keceriaan.

Contoh lain, ada kata ateges berasal dari kata a + teges,artinya MEMILIKI MAKNA atau MEMILIKI ARTI.

Jadi, make a sense juga ketika kata “a”, bukan berarti tidak,melainkan “memiliki” atau “ber”

OK, nampaknya saya harus rela meninggalkan pemahaman yang lama bahwa agama artinya tidak kacau. Bahwa “makna” tidak kacau dengan “ber-peraturan” itu hampir sama,namun dalam studi kata, tentu tidak bisa dipandang sama begitu saja.

Jika agama artinya memiliki peraturan, artinya ada tatacara, ada norma, ada “pakem”, ini dapat menjelaskan mengapa simbol pencapaian spiritual tertinggi dalam kepercayaan “kuno” adalah LINGGA dan YONI. Lingga (penis) dan yoni (vagina), melambangkan HUBUNGAN SEKSUAL antara PRIA dan WANITA (maaf.. homoseksual dan lesbian tidak diperhitungkan, hahaha).

Kami pernah diskusi soal hubungan sexual sebagai lambang puncak pencapaian spiritual. Saya sudah agak lupa, tapi kalau tidak salah, hubungan seksual adalah syarat dari PROKREASI (bukan rekreasi lho..), itu adalah syarat terjadinya KEHIDUPAN, jadi sexual intercourse adalah awal mula (sangkaning dumadi). Tentu, yang dimaksudkan bukan soal ORGASME-nya, namun adanya pertemuan sperma dan sel telur, sebagai awal mula kehidupan.

Walau orgasme adalah puncak pencapaian hubungan seksual, namun inti hubungan seksual bukan orgasme-nya, tetapi mempertemukannya sperma dan sel telur sebagai bahan pembentuk keHIDUPan. HIDUP, adalah inti dari semua perjalanan pengembaraan setiap mahkluk di alam semesta ini. Kita bisa melakukan apapun, karena kita (masih) HIDUP.

(tentu kemajuan teknologi untuk merekayasa kehidupan,misalnya bayi tabung, kloning, dsb, akan mengacaukan filosofi ini).

Hubungan seksual, dalam bahasa Jawa disebut SANGGAMA (senggama), menjadi make a sense, bahwa sanggama yang dilambangkan lingga dan yoni, adalah lambang pencapaian spiritual tertinggi. (Ingat kata agama, yang berarti “memiliki peraturan”)

Agama, yang dimaknai “memiliki peraturan”, adalah sebuah “kata benda”, sebuah keadaan (spiritual) yang hendak dicapai manusia dalam hidupnya. Orang ber-agama, adalah orang yang TERATUR, TERTIB, bukan yang hidup SEMAUNYA, demikian juga SANGGAMA, sebuah lambang (awal) KETERATURAN (kehidupan) ini.

Teratur atau tertib untuk apa? Untuk mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. Dalam kepercayaan Jawa, untuk mencapai manunggaling kawula gusti, bersatunya manusia dengan Tuhan. Tanpa keteraturan dan ketertiban, tingkat spiritual yang tinggi mustahil dapat dicapai.

Manunggaling kawula gusti ini-pun dipahami bermacam-macam. Dari pemikiran Syeh Siti Jenar, manunggaling kawula gusti dapat diartikan bahwaTuhan menyatu dalam diri manusia, sehingga dalam diri manusia ada “unsur” ke-Tuhan-an. Ketika Tuhan ada dalam diri manusia (diri sendiri), kemudian dipahami secara ekstrim, tidak perlu menyembah Tuhan yang ada di “sana”, karena dalam diri sendiri sudah ada Tuhan. Paham ini mirip dengan paham gnostik, yang mengajarkan bahwa manusia adalah ‘pecahan yang maha kuasa”, ada unsur Tuhan dalam diri manusia.

Namun pemahaman “tidak perlu menyembah Tuhan” ini sebenarnya keliru juga, karena dalam filsafat Jawa, ada ungkapan, “pangeran iku ana ing awakmu, nanging aja pisan-pisan nganggep awakmu iku pangeran” (Tuhan itu ada didalam dirimu, namun jangan sekali-sekali menganggap dirimu itu Tuhan.) Artinya orang Jawa masih tetap memahami bahwaTuhan adalah sesuatu yang ilahi yang JUGA ada di luar diri manusia. Orang Jawa tidak menggambarkan Tuhan sebagai SOSOK tertentu, namun hanya memahamiNYA sebagai “sangkan paraning dumadi” –asal dan tujuan semua yang ada–, yang tidak bisa dibayangkan, namun (DIA itu) ADA. Tan kena kinaya apa, tan kena winirasa; tidak bisa dibayangkan serupa dengan sesuatu, tak bisa dirasakan. Cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan; dekat tanpa bersinggungan, jauh tanpa batas.

Soal manunggaling kawula gusti, sebenarnya YESHUA (Yesus) juga sudah mengajarkannya di awal Masehi. YESHUA pernah bilang (menurut Kitab Suci lho..): Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. (Yohanes 14:20)

Sayangnya (menurut saya lho…), ajaran YESHUA yang sudah dikemas dalam wadah “KEKRISTENAN”, seringkali menjadi TABU, jika dikaitkan dengan filsafat-filsafat yang berkembang di luar ISRAEL, dan ketika ada upaya mengkaitkannya, dianggapnya sebagai SINKRETISME. Padahal (paling tidak bagi saya), ketika saya mencoba mempelajari (khususnya filsafat Jawa), semakin jelas apa yang dimaksud oleh YESHUA dalam pengajaran-pengajaranNYA, bukan soal doktrin dan dogma “agama Kristen”, namun soal pencapaian kadar SPIRITUAL.

Kadang saya berpikir, bahwa cukup dengan memahami dan mentaati ajaran YESHUA, tanpa perlu yang namanya AGAMA KRISTEN, mungkin…. ya…, mungkin… saya dapat mencapai tingkatan spiritual yang makin tinggi, apalagi jika YESHUA berkenan memberitahukan kepada saya soal BAPA.(YHWH, SANG ADA) Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu. (Lukas 10:22)

Nampaknya kini saya semakin memahami mengapa YESHUA disebut HA MASIAH (mesias, kristus), karena ketika saya memahami ajaran-ajaranNYA, saya dapat BEBAS dari belenggu kebingungan dalam “mencari jalan” (jalan menuju PENCERAHAN), karena YESHUA sendiri telah menyatakan bahwa Dia adalah JALAN, ya.. jalan untuk menuju “manunggaling kawula gusti“, Dia adalah KEBENARAN, karena dengan memahami Yeshua, maka ‘rahasia’ tentang pencarian spiritual dapat terjawab, dan Dia adalah HIDUP, ya.. hidup adalah ESENSI dari dari semua perjalanan pengembaraan setiap mahkluk di alam semesta ini.

Sayang, kemasan AGAMA yang berarti “memiliki peraturan”, aturan-aturan dalam mencapai tingkat sipitualitas yang makin tinggi (PENCERAHAN), menjadi AGAMA dengan peraturan-peraturan yang mengatur kehidupan JASMANIAH/badaniah, mengatur MATA, dan mengatur NAFSU terhadap keinginan berhubungan seksual, karena menganggap hubungan seksual sebagai SUMBER KENIKMATAN DUNIAWI (orgasme), sumber DOSA, bukan lagi sesuatu yang SAKRAL, karena di dalam hubungan seksual antara pria dan wanita (sekali lagi, tidak berlaku bagi homoseksual dan lesbian) ada makna spiritualitas.

Dengan memahami ini, ketika mata jasmani kita sudah terhubung dengan “mata batin/spiritual” maka tidaklah TABU melihat gambar-gambar atau patung-patung bernuansa hubungan seksual. Tidak ada yang PORNO, karena bukan NAFSU DUNIAWI yang mengendalikan mata kita, namun ada “agama” untuk mencapai tingkat spiritual yang makin tinggi (pencerahan), yang kita pahami.

Lalu, aturan apa dalam “agama” itu? Ya aturan-aturan (alam) mengenai kehidupan ini, bahwa kita berasal dari Sang Pencipta (sangkaning dumadi), kita lahir, hidup dan mengakhiri hidup untuk (mestinya) kembali kepada Sang Pencipta (paraning dumadi). Setelah kita lahir dan hidup di dunia ini (dumadi), bagaimana kita dapat kembali kepada Sang Pencipta itu? Kita mungkin hanya dapat kembali kalau kita tahu JALAN KEMBALI-nya. Bagaimana kita dapat tahu jalan kembali, ya kalau kita dapat mengetahui JALAN DATANG-nya. Secara FISIK, kita lahir dari RAHIM seorang ibu, dan ketika kita LAHIR melalui jalan lahir (vagina), kita TIDAK TAHU/TIDAK INGAT.

Agar kita dapat MENGINGAT darimana kita berasal (sangkaning dumadi kita), kita perlu DILAHIRKAN KEMBALI. Ini yang saya pahami (bukan secara FISIK), ketika Yeshua bilang, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Elohim.” (Yohanes 3:3) Bahkan di ayat selanjutnya ditulis, “Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. (Yohanes3:7).

Dalam bahasa Inggris, kata “mengingat”, sangat ‘pas’ disebut REMEMBER, dari kata RE + MEMBER = kembali menjadi anggota. Dalam makna spiritual, kembali menjadi anggota “kerajaan elohim”. Inilah yang saya pahami dengan yang diajarkan Yeshua, tentang KERAJAAN ELOHIM, KERAJAAN BAPA, KERAJAAN YHWH. Yeshua mengajarkan kepada manusia agar dapat (kembali) menjadi anggota kerajaan Elohim. Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Elohim sebab untuk itulah Aku diutus.” (Lukas 4:43).

So.. dengan menghubungkan ini-itu, dan memikirkan itu semua, RASANYA tidak sulit bagi saya untuk memahami bahwa Yeshua adalah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak adaseorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)

Tidak sulit juga saya memahami ketika Yeshua mengaku sebagai TERANG DUNIA, karena melalui DIA, PENCERAHAN dapat tercapai.

Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup. (Yohanes 8:12)

Jadi.. orang yang teratur menjalankan kehidupan ini untuk mencapai MANUNGGALING KAWULA GUSTI, itulah orang yang BERAGAMA. (tentu bukan beragama dalam arti memeluk Islam, Kristen, Hindu, Budha dan lain-lain). Dan bagi saya, Yeshua sudah menyediakan diri (dan pengajaran) NYA untuk mencapai manunggaling kawula gusti ini. Jika anda MERASA atau BERPIKIR punya CARA LAIN, ya silakan saja, karena hidup ini pilihan, dan kadang kita memilih sesuatu yang salah.

Ingat saja Amsal 14:12 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

(paling tidak, sampai saat ini saya MERASA pilihan saya benar, entah besok atau lusa)

Entah apa dan bagaimana menurut anda, (apakah masih yakin bahwa agama = tidak kacau?), tidak sependapat ya tidak apa-apa,

yang penting saya (besok) masuk surga.

hahaha…

catatan:

ditulis sembari kepala pusing, tidak bisa tidur, karena terlalu banyak minum kopi, jadi kalau ada yang anda anggap salah, tidak tepat, mungkin itu pengaruh kafein, silakan diralat menurut versi anda yang tidak sedang pusing….

Kata GAMA yang lain ada dalam judul kitab “NEGARA KERTAGAMA” karangan Mpu Prapanca,

KERTA artinya kesejahteraan/kemakmuran, jadi lebih “cocok” kalau KERTAGAMA, artinya sejahtera/makmur dan tertib/teratur, jadi, NEGARA KERTAGAMA, adalah impian Mpu Prapanca terhadap suatu negara yang makmur sejahtera yang tertib,

kalau misalnya seandainya GAMA artinya “KACAU”, lantas apa arti NEGARA KERTAGAMA? “Negara yang makmur/sejahtera WALAUPUN kacau” ?

hahahaha.. kacau…kacau…

Jadi nampaknya makin jelas bahwa GAMA tidak berarti KACAU.



copied from: http://www.facebook.com/notes/petrus-wijayanto/aku-mencari-arti-agama/422084223550

12 responses to this post.

  1. terima kasih ulasannya,
    saya sangat terinspirasi oleh tulisan ini.
    salam,

    Reply

  2. Posted by sikapsamin on 2010/12/01 at 8:51 am

    @mas Wijayanto…salam kenal,

    Uraian yang mantab,…
    Bukan maksud berdebat, hanya sekedar melengkapi/memperjelas uraian panjenengan :
    - a pada gama, mungkin bisa dipadankan pada inggris ‘a book’ dst., atau versi lain al kitab, al qur’an dst. ;
    Mengenai NAGARA KERTAGAMA, pengertian yg saya kaitkan dg BHINNEKA TUNGGAL IKA, menjadi KERTA=di-ramai/meriah-kan dg ANEKA-GAMA.
    Dari ngoyoworo saya tsb. diatas, dlm berberapa koment, saya mencoba ‘menggemakan’ BHINNEKA TUNGGAL ESA…
    Nyuwun pangapunten, sekedar berbagi…

    Sekali lagi salam kenal, semoga kita saling memperdalam makna2 warisan Leluhur NKRI…
    Nuswatara Kertagama Raharja Indah…..

    Salam…Bhinneka Tunggal Sikep
    Rahayu…

    Reply

  3. oh, ini toh maksud agama menurut anda………….
    agama adalah aturan untuk menuju manunggaling kawula gusti melalui jalan via yesus gitu ya?
    yah, kalau manunggaling kawula gusti hanya via yesus: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak adaseorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)ini jelas keyakinan anda pada agama kisten dengan zat aditif kejawen, AKHASIL MUNGKIN AGAMA BUDI ITU BISA MERASUK KESEMUA AGAMA FORMIL YG ADA, selamat atas pilihan anda sumonggo dilanjut mugi rahayu, kalau dah sampai kasih kabar baik ya…………….
    HANYA PESAN SAYA SESAMA BANGSA INDONESIA DAN PENDUDUK JAWA :
    1. IBARAT ORG DARI SALATIGA MAU KE JKT, BISA JALAN KAKI, NAIK PIT, MONTOR,MOBIL,SEPUR,KAPAL MABUR, PAKAI SEPPIH ANGIN, ETC : MASINGMASING BIAR PILIH YG DISUKA GAK PERLU PLEROK-PLEROKAN OPO MENEH ECE-ECENAN, KABEH KABEH URUNG KARUAN TEKAN JKT, MUGI AE TEKAN KABEH KANTI SLAMET MULO MURIH PRAYOGANE DONGO DINUNGO, BERSAMA DLM KESELARASAN HIRMAT MENGHORMATI DAN TOLERANSI YG TINGGI, MASING-MASING ADA KELEBIHAN DAN MASING-MASING MASIH PADA BELAJAR DLM PENCARIAN KEBENARAN SEJATI YG HANYA MILIK SANG MURBENG DUMADI…………
    2. TIDAK ADA SALAHNYA QTA BLJR SEMUA AJARAN LINTAS AGAMA DENGAN KEBENINGAN HATI DAN NONTENDENSIUS DAN TDK APRIORI (SYARAT YG SANGAT SULIT) BILA KITA MENCARI KEBENARAN SEJATI SEMBARI MEMOHON PETUNJUK PADA SANGHYANG MURBENG JAGAT PRAMUDITYO AGAR TIDAK DISESATKAN, CIRI-CIRI ORG TERSESAT ITU MERAASA PALING BENAR DENNGAN KETERSESATANNYA, PATOKAN UTAMA KITA MENDAPAT ANUGERAH RAGA, JIWA DAN RASA , TIGA HAL INI JADI SENJATA AMPUH YG HARUS TERINTEGRASI UNTUK MENCARI KEBENARAN SEJATI
    3.PENGALAMAN SY PRIBADI, KITA YG MASIH TERKUNGKUNG DENGAN KULIT-KULIT AGAMA FORMAL SERING BERBENTURAN DLM WARNA WARNI PEMAHAMAN YG DANGKAL HINGGA TIMBUL FANATISME SEMPIT, TDK TOLERAN, MENGHUKUMI ORG LAIN, BEDA DG MEREKA YG SDH MENCAPAI TARAF TINGGI DARI AGAMA APAPUN SELALU MEMILIKI TOLRENSI TINGGI, DAN NAFAS YG SAMA DAN SELARAS, TAPI HANYA SEDIKIT JLHNYA YA……..
    4. SEKEDAR SHARE, SAMPAI SAAT INI MENURUT SAYA MUDAH-MUDAHAN TDK TERSESAT PRINSIP KEAGAMAAN SY SBB :
    a. Tuhan adalah “Maha Superior yg Tunggal”
    b.Tuhan mencipta mahluk dengan “sabdanya”
    c.Mahluk adalah pancaran dari tuhan
    d.mahluk adalah sesuatu yg menempati ruang dan waktu
    e.Tuhan abadi, mahluk tidak abadi, termasuk ruang dan waktu itu tdk abadi…….ini benar-benar terinspirasi dari bukunya agus mustofa “akhirat ternyata tidak kekal” dari kajian ilmu nuklir
    f.mahluk paling unik adalah manusia, dia menciptakan budaya dan sistem kehidupannya sesuai dengan daya cipta karsa nafsu etc yg dihmbuskan Tuhan pada manusia
    g.manusia menjadi mahluk paling “diuji” karena terlalu banyak “anugerah” yg dimiliki, jika gagal uji ia “her” maka saya menghargai rekan-rekan yg meyakini adanya “reinkarnasi”, jika ujiannya pas-pasan maka ia melalui tahapan mengalami perubahan alam secara linier, maka sy menghargai rekan rekan yg meyakini adanya alam kubur, alam penantian, hari kiamat, hari perhitungan dan hari pembalasan atas prestasi dengan surga, neraka atau mencicipi neraka lalu masuk surga dsb, jika manusia tersesat dengan perjanjian dengan “mahluk lain” maka konsekuensinya ia akan menjadi “budak” atas perjanjian yg ia buat, maka sya menghargai rekan-rekan yg meyakini adanya kerajaan jin, kerajaan periprahyangan yg menjadikan manusia sbg “budak” untuk menjerat manuisa lain untuk terikat perjanjian sampai jaman berakhir atau kiamat.
    h. Agar manusia selamat dalam “ujian” tentu Tuhan akan memberi rambu-rambu, aturan, itulah “agama”
    i. Agama tentunya universal, hanya karena tuhan sudah memebrikan warna-warni mahluk, maka “naskah” agama jadi warna-warni sesuai dengan kapasitas manusianya. Naskah ini ada yg diturunkan dengan wahyu ilahi menjadi kitab suci lewat nabi, ada yg diturunkan dengan karomah kepada wali, ada yg diturunkan dengan ilham dan ilmu laduni kepada manusia pencari kebenaran sejati yg mau laku prihatin, ada yg melalui rasa dan mimpi untuk manusia biasa, sehingga sebenarnya “rasa” yg ada dlm diri kita sering menjadi petunjuk yg terabaikan karena tertutup ego dan nafsu
    j. bagi saya, nabi-nabi yang telah tercatat dlm kitab suci memangku ajaran yg sama dan linier sesuai perkembangan jamannya, namun ajarannya memang lebih cepat dari buadayanya, KONON MENURUT PAKAR SAMPAI DENGAN SAAT INI (BUDAYA MILLINIUM” MANUSIA MSH BERLOGIKA AGAMA SECARA “NABI MUSA” MAKA SANGAT COCOK JIKA KITA MENEGAKAN “TEN COMMANDEMEN” NYA NABI MUSA, YAH BISA JADI BETUL JUGA JANGANKAN NABI LHA WONG PRESIDEN SOEKARNO DAN JOHN F KENEDY SERING DISEBUT SBG ORANG YG DTG TRLALU PAGI BAGI SEJARAH PERADABAN
    K.Ada catatan khusus, sy pernah berfikir kenapa nnabi dan rosul yg tercatat cuma di timur tengah, eh ternyata banyak nabi dan rosul yang tdk tercatat di seantero jagat ini, termasuk di jawa dan kita sbg manusia jawa akan menemukan ajarannya yg selaras dengan agama yg tercatat di timur tengah itu jika kita mau sabar menggali dan mencari keselarasannya dan tidak terjebak kulit-kulitnya yg penuh campur tangan “budaya” dan egoisme manusianya
    h. yg terpenting adalah kalimat “innalilahi wa inna ilaihi rojiun” sesungguhnya kita berasal dariNya dan akan kembali kepadaNya, sangkan paraning dumadi dan dumadining sangkan paran, itulah yg harus kita pelajari, MARILAH KITA BELAJAR MANASIK KEMATIAN SBG KEHIDUPAN SEJATI BAIK SECARA SEDERHANA MAUPUN SECARA NDAKIK-NDAKIK SPY KITA BISA MOKSWA KEPADANYA, TIDAK TERJERAT OLEH”MAHLUK”LAIN, TIDAK HER”REINKARNASI SETARA, ATAU LEBIH RENDAH” MINIMAL DPT TEMPAT ISTIRAHAT YG PADANG LAN JEMBAR KUBURE, GAMPANG HISABNYA, ISTIRAHAT DI SYURGA, marilah kita cicipi syurga akhirat itu di dunia jangan mencicipi neraka dunia, hidup selaras serasi dan seimbang itulah syurga sampel di dunia, betapa indahnya memberi, betapa leganya saling menasihati dan asah asih asuh, betapa nikmatnya merelakan diri dihina oleh orang yg belum menguasai egonya etc, etc, ……… emang mudah, ya nggak mudah karena tanjakan dan perdagangan dengan Tuhan itu imbalannya besar, yg mudah dan senang tempporal itu yg sering menggoda, dan itu sudah kewajiban “mahluk antagonis: yg beraksi dengan patuh dan taat dan konsisten menggoda kita, PELAJARAN BERHARGA “BELAJARLAH KEPADA SYETAN DAN IBLIS YG PATUH TAAT DAN CERDAS DLM MENJALANKAN TUGASNYA MENJADI MAHLUK ANTAGONIS, MENGAPA KITA SEBAGAI MAHLUK PROTAGONIS KALAH CERDAS KALAH KONSISTEN MENJALANKAN PERAN KITA?????”
    SALAM DAMAI DENGAN HATI KUDUS (QOLBUN SALIM) MUGI RAHAYU INGKANG SARWO PINANGGIH…………..malam mingguan ini lain dari yg lain.

    Reply

    • hehe..
      itu yang anda tangkap?
      ya silakan saja,
      point saya sebenarnya bukan soal itunya,
      tapi soal arti kata ‘agama’ itu, yang ternyata bukan “tidak kacau”, tetapi “berperaturan” (atau memiliki aturan)

      Reply

  4. Posted by Mencari Pencerahan on 2010/12/11 at 7:00 pm

    Kalau menurut saya, agama memang artinya “tidak kacau”
    Namun agama sendiri adalah sebuah ilmu..yaitu ilmu mencari Tuhan.

    Maap yah klo ada kata2 yg tdak berkenan..

    Salam Persatuan.

    Reply

  5. kalau menurut BAPAK, yang diwedharkan kagem PUTRA, agama adalah:
    ageming aji kang tuwuh saka ing kalbu,
    kang mahanani marang kasusilan, kabudayan saha pranatan

    Reply

  6. kata agama menurut saya dari asal kata aagama, yang artinya kitab suci, kumpulan dokmatis, atau kumpulan aturan-aturan ilahiah. aagama sendiri dari bahasa sanskrit atau pali, bahasa hindu kuno. Kalau toh itu ditemukan dari bahasa nenek moyang kita, mestinya kita lihat dulu bahasa itu berkembang/digunakan di tahun berapa? Sebab agama hindu masuk ke pulau jawa juga pada abad permulaan. Jadi juga sangat mungkin kata agama yang beredar sekarang ini kita serap dari bahasa sanskrit (sansekerta.)

    Kalau di budha, kata aagama mengacu pada kitab sutera (kitab suci agama budha.) Sedangkan Budha juga berasal dari India, pusat dari kebudayaan hindu kuno. Sangat mungkin kata agama yang populer sekarang ini juga dari bahasa sansekerta (bahasa hindu kuno.)

    Reply

  7. Rahayu, saya sangat terkesan dengan tulisan tersebut, yang menginspirasi dan menguatkan keyakinan kepada luhurnya budaya lokal yang harus saya perdalam dan saya teruskan kepada:1). komunitas saya yang sangat minoritas, 2) generasi muda yang sudah mulai kehilangan nilai-nilai.Mohon tambahan doa restunya, semoga jaya nusanrata

    Reply

  8. Posted by Koko on 2012/04/12 at 3:30 pm

    Mantab Bro…
    Inspiratif…
    Keluarlah dari agama pasti kan kau temui Tuhan mu disana…

    Reply

  9. kalau yang menggunakan abjad ” A ” nya gimana?
    misalkan dalam kata Atheis, apa artinya MEMILIKI TUHAN/BERTUHAN? dan kita semua yang mengaku ber-agama ini bisa disebut juga ATHEIS?
    mohon penjelasannya. Terima kasih

    Rahayu _/\_

    Reply

  10. @boedaksatepak;
    atheis = bukan theis
    a di sini bukan dari bahasa Jawa, melainkan Inggris, dalam bahasa Inggris, selain “a” ada beberapa awalan yang menunjukkan “bukan” atau berarti kebalikannya, misalnya “im”, “un”.

    “a” dalam agama, menurut hemat saya, bukan berarti “tidak”,
    di tulisan itu sudah saya beri contoh, misalnya “ateges”, teges = arti, ateges = berarti.
    asukarena, sukarena = gembira, asukarena = bergembira.

    beragama tapi atheis?
    nampaknya tidak mungkin, karena setiap agama memiliki konsepsi tentang Tuhan, walau konsepnya berbeda-beda.
    Tetapi kalau Tuhan hanya dibatasi oleh konsepsi tertentu, misalnya Tuhan yang seperti dikonsep oleh agama-agama besar, bisa jadi ada agama yang tidak punya konsep Tuhan yang serupa, dan dianggapnya sebagai atheis.

    Reply

  11. jadi tau arti nama saya sendiri, wkwk. .
    add me :
    facebook : gamaagung@ymail.com

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: