Abunawas dan kue apem…

Terkisahkan, Abunawas menjadi pria dewasa yang suka jatuh cinta karena melihat kecantikan fisik perempuan. Sudah beberapa wanita diperistri, dan tak terhitung lagi yang hanya dikencani sekali dua kali.

Suatu kali, Abunawas terpesona oleh kecantikan seorang putri, yang ternyata putri seorang Raja. Bagaimanapun, rasa tertarik yang amat sangat, membuat Abunawas berusaha memperistri putri tersebut. Berbagai upaya ditempuh, hingga tiba saatnya Abunawas melamar putri tersebut kepada Sang Raja.

Mendengar pernyataan keinginan Abunawas untuk memperistri putri kesayangannya, Sang Raja tidak serta-merta menolak, namun ingin menguji dulu niat Abunawas. Sang Raja akan menempatkan putrinya di sebuah ruangan, dan untuk mencapai ruangan tersebut, 99 pintu harus dilalui, dan di setiap pintu, Abunawas akan diberikan pertanyaan, jika Abunawas bisa menjawab semua pertanyaan di setiap pintu, maka dia boleh mengambil putri Sang Raja. Abunawas sanggup melalui ujian itu.

Tibalah waktu ujian bagi Abunawas.

Masuklah Abunawas di pintu pertama. Seorang prajurit keraton sudah menunggunya, dan meminta Abunawas menjawab dengan jujur pertanyaan yang diajukannya. Dipintu pertama, terdapat sepotong kue apem, berbentuk bulat berwarna kecoklatan, dan Abunawas diminta memakan habis kue apem itu. Setelah selesai memakan kue itu, Abunawas mendapat pertanyaan, “Bagaimana rasa kue apem itu?” “Enak”, jawab Abunawas secara jujur, karena memang kue itu bikinan juru masak kerajaan yang terkenal. Jawaban itu dicatat oleh prajurit penjaga, dan Abunawas diminta melanjutkan ke pintu ke-2

Di pintu ke-2, Abunawas diminta memakan habis sebuah kue apem berwarna hijau, berbentuk kotak persegi panjang, dan kemudian ditanya oleh prajurit penjaga, “Bagaimana rasa kue apem itu?” “Enak”, jawab Abunawas secara jujur. Jawaban itu dicatat oleh prajurit penjaga, dan Abunawas diminta melanjutkan ke pintu ke-3

Di pintu ke-3, Abunawas diminta memakan habis sebuah kue apem berwarna merah, berbentuk bulat , dan kemudian ditanya oleh prajurit penjaga, “Bagaimana rasa kue apem itu?” “Enak”, jawab Abunawas secara jujur. Jawaban itu dicatat oleh prajurit penjaga, dan Abunawas diminta melanjutkan ke pintu ke-4

Di pintu ke-4, Abunawas diminta memakan habis sebuah kue apem berwarna kuning, berbentuk elips, dan kemudian ditanya oleh prajurit penjaga, “Bagaimana rasa kue apem itu?” “Enak”, jawab Abunawas secara jujur. Jawaban itu dicatat oleh prajurit penjaga, dan Abunawas diminta melanjutkan ke pintu ke-5

Di pintu ke-5, Abunawas diminta memakan habis sebuah kue apem berwarna putih, berbentuk segitiga, dan kemudian ditanya oleh prajurit penjaga, “Bagaimana rasa kue apem itu?” “Enak”, jawab Abunawas secara jujur. Jawaban itu dicatat oleh prajurit penjaga, dan Abunawas diminta melanjutkan ke pintu ke-6

Demikian seterusnya, di setiap pintu selanjutnya, Abunawas diminta memakan kue apem dengan warna dan bentuk berbeda-beda, kemudian ditanya dengan pertanyaan yang sama, “Bagaimana rasa kue apem itu?”, dan Abunawas selalu menjawab, “Enak”, karena memang kue apem itu betul-betul enak.

Di pintu ke-99, Sang Raja sendiri yang menjadi penjaga, dan Abunawas ditanya, “Apa yang kamu alami di 98 pintu yang sudah kamu lalui?”

Abunawas menjawab, “Saya diminta memakan kue apem yang bentuk dan warnanya bermacam-macam, dan kemudian ditanya bagaimana rasa kue apem itu”

Sang Raja tersenyum, dan kemudian bertanya, “Lalu menurutmy.., bagaimana rasa kue-kue apem itu?”

Abunawas menjawab, “Enak Tuan, semuanya enak.”

Sang Raja bertanya lagi, “Apakah ada bedanya enaknya kue yang satu dengan yang lain,yang warna dan bentuknya berbeda?, jawablah dengan jujur”

Abunawas menjawab, “Tidak ada bedanya, semua enak, tapi lama-lama saya sebenarnya agak bosan dengan kue-kue apem itu”

“Hm.. Abunawas…, wanita ya seperti kue apem itu, warna dan bentuk (apem hihihi…) nya berbeda-beda, tapi rasanya sama saja, sama-sama enak, dan seperti kamu lama-lama merasa bosan dengan enaknya kue apem, demikian juga wanita, semakin banyak wanita yang kamu rasakan enaknya, kamu juga akan bosan. Putriku adalah wanita yang bentuk dan warnanya berbeda dengan istri-istrimu atau dengan wanta-wanita yang bukan istrimu yang pernah kamu rasakan enaknya, kalaupun kamu merasakan putriku, rasa enaknya juga sama seperti yang lain, bahkan sangat mungkin kamu sebentar saja akan bosan, jadi.. aku tidak akan merelakan putriku untuk kamu peristri. Mengerti !!!”

Abunawas tertunduk lesu, dan kali ini Abunawas yang cerdik ternyata kalah cerdik oleh Sang Raja eh… oleh koki istana yang berhasil menciptakan bermacam-macam kue apem dengan rasa yang sama…

(ditulis ulang dari sebuah obrolan lucu-lucu di perjalanan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: