Tangan kiriku sakit . . .

Pagi ini tanganku yang kiri mulai terasa sakit…, buat ngetik di keyboard cukup repot, jari telunjuk sama sekali belum bisa diajak main-main. Ini semua gara-gara sebuah parang+kelapa muda yang aku ambil dari dekorasi di pernikahan adikku, minggu lalu.

Kemarin sore, sepulang dari kantor, aku bermaksud minum air kelapa muda itu, maksudku memang akhirnya terpenuhi, namun ada ‘harga’ yang harus aku bayar. Parang tajam dari Sumatera yang aku gunakan untuk membelah kelapa, sedikit menyerempet tangan kiri, di bagian punggung tangan tepat dipangkal jari telunjuk. Ya… tanganku terluka, tidak banyak darah keluar, tidak terlalu sakit, tapi agak ‘dalam’.

Aku segera mengambil obat merah, aku oleskan, dan berangkat ke poliklinik, sekalian membawa Devi untuk mengganti bungkus luka di jari telunjuk kanannya, yang pada hari Senin yang lalu terkena silet. Sampai poliklinik aku minta luka itu diperiksa, perlu dijahit apa tidak, ternyata perlu dijahit. Aku “menikmati” saja ketika di sekitar luka itu ditusuk-tusuk jarum suntik untuk memasukkan obat bius. Ya.., bagaimana tidak menikmati…, lha itu memang peristiwa yang harus aku alami, dan salah satu prinsip hidupku yang pernah aku pelajari adalah saiki, kene, mengkene, aku gelem.

Luka ini mengingatkan aku kembali, betapa ‘lemah’ tubuh ini. Kejadian kecil-pun bisa mengganggu ‘hidup’ ini. Aku harus lebih berhati-hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: