Bawa Surat Nikah?

Ketika membaca sebuah berita di surat kabar, ada tertulis: …’Karena tak bisa menunjukkan surat nikah, mereka pun dibawa ke Mapolres untuk diperiksa. Salah satu pasangan selingkuh sempat menunjukkan surat nikah, namun pasangan wanitanya tak bisa menunjukkan KTP sesuai nama yang tertera dalan surat nikah tersebut.”

Berita seperti itu sudah sangat lama kadang aku baca di koran. Aku belum pernah melihat sendiri ‘pemeriksaan’ oleh polisi terhadap pasangan yang kepergok di hotel atau penginapan. Tetapi, apakah untuk ‘membebaskan diri’ dari tuduhan perselingkuhan, memang harus menunjukkan surat nikah?

Aku tidak mendukung perselingkuhan, namun itu fenomena riil yang terjadi di masyarakat, pasangan laki-laki dan perempuan, menyewa tempat penginapan, short time, dan terjadilah yang diinginkan. Temanku yang punya kost-kostan bertetangga dengan sebuah hotel melati, pernah mengungkapkan ke-iri-an-nya terhadap tetangganya, yang dalam sehari dari penyewaan kamar ‘penginapan’ dapat memperoleh banyak rupiah, dibandingkan dengan kamar-nya yang disewakan bulanan untuk para mahasiswa. Ya…, tetangganya menyewakan kamar ‘jam-jaman’. Kadang aku lewat di depan penginapan itu, memang kadang aku lihat pasangan cowok-cewek masuk halaman penginapan itu dengan canda ria.

Aku jadi ingat, beberapa tahun yang lalu ada acara ‘rohani’ di sebuah hotel di kawasan wisata. Aku mengikuti acara yang 3 hari itu. Karena pesertanya ratusan, hotel tempat acara tidak mampu menampung semua peserta, sebagiaan peserta ‘dititipkan’ di hotel-hotel lain di sekitarnya. Aku termasuk yang ‘dititipkan’ di hotel lain. Ya…. pagi sampai sore dengan Firman Tuhan dan cerita-cerita tentang pelayanan, malam hari di kamar tidur, ditemani suara “cekikian” dan ah uh ah uh di kamar sebelah….

Kadang cuma aku berpikir, kenapa pasangan cowok-cewek di hotel harus digerebek? Kenapa bukan malah pasangan cowok-cowok, atau cewek-cewek? Padahal, bukankah lebih “berbahaya” cowok dengan cowok tidur sekamar, coba kalau terjadi “apa-apa”, khan jadi nggak wajar (nggak normal).

Kalau cowok-cewek melakukan ‘itu’ khan ya wajar tho…., daripada cowok-cowok atau cewek-cewek? Apa harus pakai surat nikah? ya mana ada selingkuh pakai surat nikah? Jadi, alasan “tidak dapat menunjukkan surat nikah” itu sudah pasti terjadi. Masa suami-istri pergi ke mana-mana bawa surat nikah? Yang benar saja…

Ya.., mungkin yang dapat dilakukan di era teknologi informasi ini, surat nikah di-scan atau di-foto, filenya dibawa di flash disk, atau disimpan di memori HP, jadi kebawa terus kemana-mana. Nah.. nanti khan beritanya jadi berubah sedikit menjadi: ‘… Karena tak bisa menunjukkan file surat nikah, mereka pun dibawa ke Mapolres untuk diperiksa …..’

Baca juga, Buku Nikah adalah aset yang berharga

One response to this post.

  1. salam kenal mas. sy jg pernah cek in sama istri sy waktu itu ga ditanya surat nikah sih. tp kita siap dengan itu. lagian jg klo liburan masa mo bwa2 surat nikah sgla.
    main2 ke blog sy di http://www.abramsp.wordpress.com
    Jbu.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: