Politik “UANG” Tung Desem Waringin

Membaca berbagai berita dan kometar di beberapa blog tentang aksi sebar uang yang dilakukan Motivator Tung Desem Waringin, di sebuah lapangan di Serang, Banten dari sebuah pesawat, aku mau ikut-ikutan menuliskannya. Beberapa orang, karena aksi Tung Desem ini kemudian “berjanji” tidak akan membeli bukunya “Marketing Revolution” yang akan diedarkan bulan Juli nanti. (OK.. gak usah beli Bung…. fotocopy saja lebih murah kok…. ha ha ha…– aku sudah terlanjur memesannya 2 bulan lalu, dan sudah membayar berapa ya… kalau gak salah 125.000 rupiah, aku transfer via ATM)

Aku tidak akan banyak menganalisis “hujan uang yang dibuat oleh Tung Desem Waringin”, sebab beliau pasti punya alasan yang “masuk akal” mengapa melakukan itu. Sepintas aku dengar itu cara beliau untuk menunjukkan bahwa kegiatan marketing kadang kala hanya kegiatan yang menghambur-hamburkan uang. Ya…, untuk menunjukkan konsepsi tertentu, kadang orang perlu menunjukkan bukti nyata.

Tetapi…, akibat dari “politik uang”-nya Tung Desem, beliau mendapat banyak kecaman/hujatan dari orang-orang yang ‘tidak sependapat’ dengan aksi Tung Desem itu. Bukankah ini sama dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT)-nya pemerintah? Bagi-bagi uang tunai.. hanya jumlah dan caranya saja yang berbeda. Targetnya sama.. yaitu orang yang dianggap miskin, atau orang yang MERASA miskin. Aku yakin yang datang ke lapangan berebut uang yang disebar itu bukan orang-orang kaya, atau bukan orang-orang yang merasa kaya. Sebab bagi orang kaya, (atau merasa kaya) lembaran uang 1000-an, 5000-an dan 10.000-an, tidak akan dicarinya dengan cara berebut di lapangan. Sama seperti penerima BLT, adalah orang yang dianggap miskin atau yang merasa miskin, sehingga memohon pada Ketua Rukun Tetangga, supaya namanya didaftar menjadi penerima BLT. BLT juga mendapat kecaman dari sana-sini, tetapi tetap jalan terus.

Mungkin saja aksi Tung Desem, nanti akan diikuti oleh orang-orang kaya lainnya. Sebab aksi ‘menebar uang’ juga bukan hal yang baru. Aku pernah baca di koran beberapa tahun yang lalu, seseorang yang memenangkan lotre di Inggris, menyebar uang dari sebuah gedung bertingkat, dan orang-orang di bawahnya memperebutkannya. Ya.. uang memang sesuatu yang menarik untuk diperebutkan, sekalipun Kitab Suci sudah menuliskannya “Cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan”

Kembali ke politik uang-nya Tung Desem Waringin, aku hanya salut dengan keberanian beliau mengambil langkah yang berisiko dikecam oleh banyak orang, tetapi aku juga yakin banyak orang yang lain akan memuji langkah beliau. Itu biasa dalam hidup ini, sebuah aksi menuai reaksi positif dan negatif, seperti halnya aksi FPI terhadap demonstran AKKBB, ada yang mendukung ada yang mengecam. Kenaikan BBM, ada yang mendukung ada yang mengecam.

Aku tidak mendukung aksi Tung Desem, tetapi juga tidak mengecamnya, hanya ingin bertanya, tidak adakah cara lain yang lebih bijaksana untuk mempromosikan diri Anda dan buku Anda?
Jika itulah cara paling “jitu” yang Anda pikirkan…, besok lagi lakukan lagi, dengan jumlah uang yang makin banyak…, jika setelah Anda renungkan itu langkah yang tidak tepat, ya sudah, tidak perlu disesali, minta maaf saja kepada ‘yang merasa tersakiti’. Gitu khan beres…, orang yang berjiwa besar adalah yang mau meminta maaf dan yang berjiwa lebih besar adalah yang mau memaafkan kesalahan orang lain.

3 responses to this post.

  1. Posted by wit on 2008/06/06 at 8:33 am

    lebih lanjut, baca di
    http://hujan-uang.dahsyat.com/

    Reply

  2. Nanti aku pinjem bukunya buat fotokopi mas! Hahahaha ….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: