Fire Walk – The Magic Moment

31 Mei – 1 Juni 2008, aku mengikuti sebuah ‘pelatihan’ Boot Camp, yang didalamnya ada acara Fire Walk. Terus terang, aku memang ingin mengikuti acara ini karena ada fire walk-nya, aku ingin tahu sebenarnya bagaimana berjalan di bara api itu. Karena dari yang pernah aku baca-baca tentang fire walk, ada yang menyebut itu biasa, bukan trik, tetapi bisa dijelaskan secara ‘ilmiah’ namun ada juga yang berpendapat, itu magic.

Setelah dijelaskan dan dipersiapkan track dan apinya, kami para peserta dan semua panitia, melakukan ‘berjalan di bara api’, satu-per satu.
Singkatnya, karena banyak peserta perempuan (termasuk beberapa yang cantik, imut-imut, ha ha ha…) yang berani berjalan di bara api, ya aku harus berani, dan ternyata kakiku memang (agak) kepanasan… (he he he..) dan baru ‘sembuh’ setelah lewat tengah malam (untung tidak melepuh…).
Kata beberapa teman, aku berjalan terlalu santai (terlalu pelan). Lha aku memang tidak ‘panik’ dan berjalan cepat seperti kebanyakan peserta lain. Pun sebenarnya aku tidak perlu “berteiak untuk memotivasi diri”, Karena aku dapat ‘berpikir tenang dan benar’:

  • bahwa api itu panas,
  • teman-teman berani – aku juga harus berani
  • paling-paling telapak kakiku terbakar (melepuh), masa..mau mati/sakit berat gara-gara berjalan di bara api…sepanjang 4 meter itu…

Ya.. jauh sebelum aku mengikuti acara fire walk ini, aku sudah punya konsep tertentu bagaimana mengatasi ketakutan dan bagaimana menghadapi ‘sesuatu’ yang membahayakan secara fisik. Dan sebenarnya, kalau tidak terpaksa, aku nggak mau berjalan di bara api. Bukannya takut panas, tetapi sebenarnya TIDAK PERLU menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri dengan berjalan di atas api, karena jelas api itu panas… (konsep “berpikir benar” yang menimbulkan ‘ketenangan’ sudah aku peroleh dari “Ilmu Bahagia” – http://ilmubahagia.wordpress.com). Dari berpikir ‘tenang’ ini pernah tanganku tersiram air mendidih waktu bikin teh, ternyata tidak melepuh, walau memang terasa panas — tapi maaf saja…, nggak akan aku ulangi secara sengaja lho.., karena jelas air mendidih itu panas, dan jelas kulit itu tidak tahan panas. Hanya ‘keajaiban berpikir’ yang ‘tiba-tiba datang’ yang mungkin menyebabkan kulitku tidak melepuh saat itu, dan moment itu sangat mungkin sulit terulang lagi, itu juga pernah menjadi “the magic moment” dalam hidupku, selain “the magic moment” yang sengaja dilakukan dengan fire walk ini. (Magic moment yang lain, ya ketika dulu aku pernah kecelakaan lalulintas…, dan aku tidak terluka sedikitpun, padahal sepeda motor rusak parah, dan magic moment yang paling penting ya ketika “DIA” menunjukkan diriNya, lebih dari sepuluh tahun yang lalu, dan itu membuat aku percaya padaNya, membuatku tidak lagi takut sama setan — walau kadang merinding-merinding he he he…)

Tapi masih ada tantangan lagi…, kapan-kapan track fire walk-nya mau diperpanjang hingga 12 meter… wah… gawat… bisa melepuh beneran nih telapak kakiku…(pokoknya besok, kalau nggak terpaksa, aku nggak akan mencobanya lagi…, dah cukup sekali saja…yang penting aku tahu tekniknya, dan tahu kalau firewalk “yang itu” bukan magic. Itu sudah cukup menjawab penasaranku selama ini…)
Terima kasih untuk rekan-rekan yang memungkinkan aku ikut ‘acara’ itu.

Aku malah kadang berpikir, bagaimana bisa berjalan di air seperti Yesus, karena sudah bertahun-tahun aku ‘ikut’ Yesus, kok blum bisa seperti Yesus ?!

Berikut ini foto yang aku ambil dari seorang Bapak dari Singapura…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: