Anak jalanan…

Dari sebuah tempat duduk dalam bis plat merah milik salah satu departemen, di dekat Gelora Bung Karno, Senayan, 17 Mei 2008, pukul 16:52, aku ambil gambar ini:

Mereka sedang menikmati makan sore (atau mungkin makan siang ?), yang entah dari mana mereka mendapatkan “nasi kardus” itu…,

Banyak pikiran berkecamuk setelah gambar terekam kamera, dari memikirkan anak-anak yang di rumah, ingat kata-kata Yesus (Yeshua), “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 19:14), tetapi secara khusus, karena aku sedang menumpang mobil plat merah, dan saat itu juga aku menikmati raungan sirine dari mobil polisi yang membuka jalan bagi beberapa mobil pejabat yang akan menonton pertandingan perebutan Piala Uber, — tapi jangan dikira aku ikut rombongan mereka lho…, lha wong beda jalur.., cuma aku dengar sirine dan lihat iring-iringan mereka…– ingatanku langsung tertuju pada keberadaan Departemen Sosial.

Bukankah mereka itu semua menjadi “tanggung jawab” dari Departemen Sosial, sebagai pemegang amanat Undang-Undang Dasar, “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”.

Aku bertanya dalam hati, apakah pejabat-pejabat yang duduk manis di kursi empuk mobil dinas, yang melaju di tengah jalan, sempat melihat “keceriaan” anak-anak di pinggir jalan yang sedang berbagi “nasi kardus” itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: