TUHAN YANG (MAHA) ESA.

TUHAN YANG (MAHA) ESA.

Dari beberapa literatur yang pernah saya jumpai, KONSEPSI tentang Tuhan yang esa (tunggal), paling “tua” adalah yang ada di Kitab Ulangan 6:4 Dengarlah, hai orang Israel: YHWH itu Elohim kita, YHWH itu esa! (sengaja kata YHWH dan Elohim saya “kembalikan”, sebab jika menggunakan Kitab Suci terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia, ayat itu berbunyi : “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”. Kata TUHAN (huruf kapital semua di Alkitab terbitan LAI, diterjemahkan dari kata “YHWH”, dan kata “Allah” (huruf A-nya yang kapital), diterjemahkan dari kata Elohim, Eloah, juga dari EL).

Kembali kita perlu “menengok” sejarah bangsa Israel, karena Kitab Ulangan adalah bagian dari Kitab TORAH (Taurat) -nya bangsa Israel. Sering yang disebut KITAB TORAH adalah lima (5) kitab yaitu:(1) Beresyit (בראשית) atau Kitab Kejadian/Genesis, (2) Syemot (שמות) atau Kitab Keluaran/Exodus, (3) Wayyikra (ויקרא) atau Kitab Imamat/Leviticus, (4) Bemidbar (במדבר) atau Kitab Bilangan/Numbers, (5) Debarim (דברים) atau Kitab Ulangan/Deuteronomy. Kelima kitab tersebut adalah lima kitab pertama di Kitab Perjanjian Lama yang dipakai orang Kristen sampai saat ini.

Bangsa Israel adalah “bangsa baru”, yang muncul ketika sekumpulan orang keluar dari Tanah Mesir, menuju Tanah Perjanjian (Tanah Kanaan) — sumber kisah ini adalah Kitab Keluaran (bagian dari Kitab Torah). Kitab Torah, diperkirakan ditulis oleh Nabi Musa, dan Nabi Musa adalah pemimpin “bangsa Israel” ketika keluar dari tanah Mesir. Keluarnya bangsa Israel dari Mesir, diperkirakan terjadi tahun 1800-an Sebelum Masehi. Jika benar bahwa Kitab Torah itu ditulis sekitar 2000 tahun sebelum Masehi, NAMPAKNYA, kitab itu adalah sumber tertua, yang meng-KONSEP bahwa Tuhan itu ESA.

Saya sebut bahwa Israel adalah “bangsa baru”, karena ketika Israel muncul sebagai bangsa, saat itu bangsa Mesir sudah eksis sebagai bangsa dengan kebudayaan yang tinggi (nyatanya bisa memperbudak “bangsa Israel”). Untuk keluar dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian (Kanaan), dibutuhkan waktu 40 tahun, bukan waktu yang singkat untuk berkelana di padang gurun. Banyak yang menafsirkan bahwa ‘bangsa Israel’ perlu waktu lama di padang gurun, karena Israel adalah bangsa yang “tegar tengkuk” sehingga Tuhan perlu menghukum mereka “berputar-putar” di gurun. Namun jika kita mau sedikit lebih “rasional”, bangsa Israel memang PERLU WAKTU YANG LAMA, untuk mempersiapkan diri BERUBAH dari “bangsa budak” menjadi “bangsa merdeka” yang akan mengatur pemerintahan sendiri, bahkan SISTEM KEPERCAYAAN-nya sendiri.

Kitab Torah “dibuat” (ditulis) oleh “nabi” bangsa Israel, nabi dari sebuah bangsa “baru”. Sehingga ada yang berpendapat, bahwa Kitab Kejadian yang menceritakan “asal-usul manusia”, itu adalah tulisan yang dibuat untuk memberi identitas bangsa Israel, yang dari Kitab Kejadian dan seterusnya, bangsa Israel memiliki keyakinan sebagai BANGSA PILIHAN. Bangsa pilihan Tuhan YHWH yang ESA.
YHWH (Tuhan bangsa Israel bernama YHWH) yang ESA adalah KONSEPSI yang sama sekali BARU dan RADIKAL dibandingkan dengan keyakinan tentang “Tuhan/sesembahan” yang dimiliki oleh bangsa-bangsa yang eksis di Timur Tengah saat itu. Mesir, juga Yunani (misalnya), saat itu punya “sistem kepercayaan” kepada DEWA-DEWA, bukan kepada Tuhan yang ESA. Adakah literatur YANG LEBIH TUA daripada Kitab Ulangan, yang mengajarkan konsepsi bahwa Tuhan itu ESA? Sampai saat ini saya BELUM PERNAH mendengar/membaca bahwa konsepsi Tuhan yang esa itu sudah ada SEBELUM Kitab Ulangan.

Kitab Perjanjian Baru (New Testament), juga mengakui bahwa Elohim itu esa. I Timotius 2:5 Karena Elohim itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Elohim dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus. Kitab Timotius adalah tulisan Rasul Paulus yang ditujukan kepada muridnya yang bernama Timotius, ditulis sekitar tahun 65 Masehi. Jauh setelah Kitab Ulangan ditulis. Artinya konsepsi “Kristen” bahwa Tuhan itu ESA (terlepas dari konsepsi Tritunggal), adalah “turunan” dari konsepsi Israel ribuan tahun sebelumnya.

Konsepsi dari Islam, bahwa Allah itu satu, itu sudah sangat jauh SESUDAH Kitab Ulangan. Islam baru lahir di abad 7 Masehi, dan Islam juga mengakui keberadaan Kitab Torah/Taurat dari Nabi Musa. Pada masa Islam lahir, konsepsi bahwa Tuhan itu ESA, sudah bukan barang baru. Apalagi jaman MODERN sekarang ini, ketika pendiri republik ini (Indonesia) yang baru tahun 1945 mengkonsep PANCASILA dengan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, itu bukan konsepsi yang asing. Jauh sebelumnya sudah dikonsep oleh Islam, dan ribuan tahun sebelumnya lagi, sudah dikonsep oleh bangsa Israel.

Jadi sebenarnya JELAS, keyakinan bangsa Israel, bahwa Tuhan itu ESA, kemudian “menurun” ke Kristen, kemudian ke Islam. Perbedaannya bahwa Tuhan Israel adalah YHWH, Tuhan Kristen, mestinya juga YHWH (karena memakai sumber Kitab-kitab dari Israel), dan Tuhan Islam adalah ALLAH. Apakah konsepsi tentang YHWH dan konsepsi tentang ALLAH itu sama? Sebagai Tuhan yang ESA, keduanya SAMA PERSIS, tetapi konsepsi-konsepsi lain selain “Tuhan Yang Esa”, itu ada banyak perbedaan antara (konsepsi) YHWH dan ALLAH, apalagi jika kemudian dikaitkan dengan keyakinan Kristen bahwa Tuhan YHWH itu bermanifestasi menjadi YESUS (YESHUA), itu jelas sangat berbeda dengan konsepsi Islam tentang ALLAH, juga berbeda dengan konsepsi Yahudi (Israel) tentang YHWH.

Di luar 3 agama (Yahudi – Israel), Kristen dan Islam, konsepsi Tuhan yang esa/tunggal, MUNGKIN ada di bangsa China. Bangsa China menyembah “Thian”, yang tunggal. Sulit menghubungkan antara sistem kepercayaan bangsa China dengan sistem kepercayaan bangsa Israel. Sulit menentukan mana yang ada lebih dahulu, konsepsi tentang YHWH yang esa atau tentang THIAN yang tunggal. Kalau dari sistem kalendernya, tahun ini (2012 Masehi) adalah tahun 2563 menurut kalender China, dan tahun 5772 menurut kalender Yahudi, artinya “lebih tua” kalender Yahudi.
Mengapa kalender Yahudi sudah sampai tahun 5772 atau 5773 pada tahun 2012 ini? (tahun baru-nya jatuh pada 29 September 2011) Dari kisah di Kitab Kejadian, diperkirakan manusia diciptakan pada tahun 3761 SM. (silakan lihat di Wikipedia)

Selain bangsa China, yang juga punya sistem kepercayaan kepada Tuhan yang tunggal/esa, adalah bangsa Jawa. Orang Jawa mengakui keberadaan “Gusti Kang Murbeng Dumadi” (Tuhan semesta alam), yang tunggal. Orang Jawa tidak menyembah dewa-dewa. Jika orang Jawa memberi sesaji di tempat-tempat ‘keramat’, itu tidak dimaksudkan untuk ‘menyembah’ roh-roh lain di luar manusia, tetapi itu sebagai upaya untuk menjaga “harmoni” kehidupan manusia dengan mahkluk-mahkluk lain selain manusia. Orang Jawa percaya bahwa ada mahkluk-mahkluk lain selain manusia yang sama-sama mendiami bumi ini. Dengan pemahaman ini, maka sebenarnya kosepsi “animisme dan dinamisme” yang diajarkan pada anak-anak SD, bahwa nenek moyang kita dulu MENYEMBAH batu besar, pohon besar, juga roh-roh, jika yang dimaksud nenek moyang itu adalah (suku) bangsa Jawa di masa lalu, nampaknya itu TIDAK BENAR.

Kembali kepada konsepsi TUHAN YANG ESA, saya ingin bertanya kepada para pembaca, adakah pengajaran tentang “TUHAN YANG ESA” itu yang “lebih kuno” dari pada yang dicetuskan oleh bangsa Israel? Jika ada, silakan di share di bagian komentar, sehingga kita semua bisa mendapat pemahaman yang lebih baik TENTANG Tuhan atau TENTANG Tuhan yang Esa itu.

Ingat…. “TENTANG” Tuhan yang esa, bukan Tuhan yang esa itu sendiri. (lihat di sini: Belajar TENTANG )

Salatiga, 13 April 2012
RT Wijayantodipuro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: